Afnan Hadikusumo Calon DPD RI Nomer 30, Inilah Profil Lengkapnya

Afnan Hadikusumo Calon DPD RI Nomer 30, Inilah Profil Lengkapnya

Maret 23, 2019 Off By Redaksi Mentari News

Mentari News – Muhammad Afnan Hadikusumo atau sering dipanggil Afnan ini merupakan putera nomer empat dari tujuh bersaudara yang dilahirkan 6 Februari 1967 oleh pasangan Hibrizie Hadikusumo dengan Siti Maryam. Muh Afnan Hadikusumo ini merupakan salah satu cucu dari pendiri Republik Indonesia, Ki Bagus Hadikusumo.

Sejak kecil Ia tumbuh di sebuah kampung Muhammadiyah di pusat kota Yogyakarta yaitu Kauman. Dari sanalah aktivitas dan pengalaman organisasinya ditempuh.

Alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini sebelum bergabung dengan DPD RI merupakan anggota DPRD Propinsi DIY periode tahun  2004-2009 Muhammad Afnan Hadikusumo merupakan incumbent yang sebelumnya menduduki posisi sebagai anggota DPD RI perwakilan Provinsi DIY periode tahun 2009-2014. Kembali terpilih lagi sebagai anggota DPD RI periode tahun 2014-2019 dengan perolehan suara sebesar 144.820 suara.

Sejak periode pertama hingga kini, Muhammad Afnan Hadikusumo terpilih menjadi anggota DPD RI Dapil DIY ini didukung oleh seluruh Warga Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pengalaman Kerja
  1. Anggota DPD RI periode 2009 – 2014 (wakil DI Yogyakarta dan bukan wakil Partai Politik).
  2. Anggota DPRD Propinsi DIY periode 2004 – 2009
  3. Sekretaris Komisi D DPRD Provinsi DI Yogyakarta (2004 – 2007)
  4. Sekretaris Komite III DPD RI (2009 – 2011)
  5. Wakil Ketua Tim Kerja I Panitia Perancang Undang-undang DPD RI (2012 – 2014)
  6. Wakil Sekretaris Tim Anti Korupsi DPD RI (2012 – 2014)
  7. Wakil Sekretaris Kelompok DPD di MPR RI (2010 – 2014)
Prestasinya selama menjadi DPD RI Dapil DIU
  1. Mengadvokasi anggaran Jaminan Kesehatan bagi warga tidak mampu di DIY melalui program Jaminan Kesehatan Sosial
  2. Mengupayakan bea siswa bagi siswa/mahasiswa tidak mampu
  3. Insentif bagi Guru Tidak Tetap maupun Pegawai Tidak Tetap baik sekolah Negeri maupun Swasta
  4. Memperjuangkan Guru Honorer untuk diangkat menjadi PNS
  5. Mengadvokasi guru tetap yayasan untuk mengikuti program sertifikasi
  6. Terlibat dalam perancangan Pendidikan Berbasis Kerakyatan di Propinsi DIY
  7. Mengadvokasi TKW yang akan dipotong tangan di Arab Saudi
  8. Aktif membantu komunitas/individu yang menjadi korban bencana alam maupun praktik-praktik kebijakan yang tidak adil terkait perburuhan, pelayanan kesehatan dan pendidikan
  9. Ikut andil memperjuangkan RUU BUMD, RUU BPJS, RUU SJSN untuk diproses menjadi undang-undang.

Alasan Muhammadiyah mengutus kembali Muh Afnan Hadikusumo

Muhammadiyah untuk ketiga kalinya secara beruntun mengusung lagi Afnan Hadikusumo maju kembali sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan DIY pada Pemilu 2019 mendatang.

Keputusan mengusung Afnan itu turut dilatarbelakangi oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang memungkinkan anggota Partai Politik (Parpol) menjadi anggota DPD RI.

“Keputusan saya agar maju kembali di periode ketiga sebagai DPD RI daerah pemilihan DIY bukan keinginan pribadi, melainkan mandat dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, mengusung calon di luar partai politik,” ujar Afnan dalam diskusi media Sabtu petang di Resto Cangkir Bintaran Yogya 9 Juni 2018.

Alasan Muhammadiyah memberi mandat Muh Afnan Hadikusumo Ketiga kalinya:
Muhammadiyah untuk ketiga kalinya secara beruntun mengusung lagi Afnan Hadikusumo maju kembali sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan DIY pada Pemilu 2019 mendatang.

Keputusan mengusung Afnan itu turut dilatarbelakangi oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang memungkinkan anggota Partai Politik (Parpol) menjadi anggota DPD RI.

” Keputusan saya agar maju kembali di periode ketiga sebagai DPD RI daerah pemilihan DIY bukan keinginan pribadi, melainkan mandat dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, mengusung calon di luar partai politik,” ujar Afnan dalam diskusi media Sabtu petang di Resto Cangkir Bintaran Yogya 9 Juni 2018.

Afnan menuturkan wajar Muhammadyah khawatir dengan keputusan MK yang membolehkan kader partai politik bisa maju sebagai anggota DPD. Ia menilai, DPD RI sejatinya merupakan lembaga perwakilan daerah, yang diisi oleh orang-orang non Parpol. Jika sudah diisi dengan orang parpol, maka diprediksi DPD RI bakal kehilangan ruh yang sesungguhnya

“Sebenarnya tidak ingin maju lagi. Sudah dua periode. Tapi, ternyata hasil musyawarah PWM memilih saya untuk dicalonkan lagi jadi wakil DIY di DPD RI. Sebagai kader Muhammadiyah, ya saya harus bersedia mengemban amanat,” katanya.

Untuk dari kalangan non Parpol, Afnan pun tidak sendiri, karena masih terdapat nama Gus Hilmi yang diusung Nahdlathul Ulama (NU) dan GKR Hemas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Tim Pemenangan Afnan Hadikusumo, Saleh Chan, menjelaskan bahwa Afnan terpilih setelah melalui proses demokrasi ala Muhammadiyah. Proses tersebut, lanjutnya, melibatkan seluruh pimpinan Muhammadiyah di DIY, termasuk dari struktur yang paling bawah.

“Sebab, di Muhammadiyah tidak ada yang namanya calon mencalonkan diri. Adanya dicalonkan. Siapa yang mencalonkan? Ya mulai pimpinan Muhammadiyah dari struktur terbawah. Nah, setelah disaring dari sekian banyak, nama Afnanlah yang muncul,” ujarnya.

Saleh pun meyakini, dewasa ini Muhammadiyah masih perlu terlibat langsung dalam kontestasi politik, dengan mengusung calon DPD RI. Imbuhnya, dalam perspektif organisasi yang telah berdiri sejak 1912 silam tersebut, bangsa ini masih perlu ditata. “Hasil kajian menyatakan, kalau Muhammadiyah masih perlu ambil bagian. Terlebih, sejak dimulainya proses berbangsa, sejak zaman kemerdekaan, sampai dengan sekarang. Muhammadiyah selalu terlibat langsung dan berandil besar,” katanya. (diambil dari berbagai sumber)