AMM Tegal Adakan Dialog Kebangsaan Bersama Dahnil Anzar Simanjuntak

AMM Tegal Adakan Dialog Kebangsaan Bersama Dahnil Anzar Simanjuntak

Maret 24, 2019 Off By Redaksi Mentari News

Mentari News – Slawi (24/03), Pengajian akbar yang dikemas dalam dialog kebangsaan pada Jumat yang lalu (22/3), bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Tegal.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Tegal ini menghadirkan Dr Dahnil Anzar Simanjuntak selaku wakil Ketua LHKP PP Muhammadiyah. Serta dihadiri ratusan Angkatan Muda Muhammadiyah seperti Pemuda Muhammadiyah, IPM, Nasyiatul Aisyiyah, IMM, HW, Tapak Suci dan Kokam Kab Tegal, dan juga personalia Muhammadiyah Kabupaten Tegal

Dr Dahnil Anzar Simanjuntak selaku wakil Ketua LHKP PP Muhammadiyah di dalam pengajian ini, menjelaskan bahwa Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan antara dakwah dengan politik. Hal ini sesuai dengan apa yg ada dalam Al-Qur’an, dimana tindak tanduk rasulullah merupakan tindakan politik. Rasul sering mengirimkan surat kepada raja-raja di romawi untuk mengajak mereka bertauhid. Rasulullah juga melakukan hijrah dari mekkah ke Madinah.

Hijrah merupakan bentuk tindakan politik dimana rasul membentuk bangsa atau peradaban baru di madinah. Oleh sebab itu, umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Politik.

Dalam berpolitik kita harus membawa banyak agama dalam berpolitik. Karena kehidupan bernegara, berbangsa dan berpolitik harus dipandu oleh akhlak Islam. Rasul pernah menyampaikan agama adalah agama yang baik. Maka dari itu agama harus menjadi panduan politik kita. Politik memiliki dua fungsi yaitu menjaga agama dan mensiasati dunia. Oleh karena itu, umat Islam tidak boleh buta Politik.

Masyarakat khususnya ibu-ibu aisyiyah memiliki moto banyak bekerja sedikit bicara, sedangkan saat ini momentum untuk banyak bekerja dan banyak bicara.

Hal ini tidak dimaksudkan untuk riya’ melainkan syi’ar dakwah salah satunya melalui media sosial. Kekuatan berpolitik itu ada pada kualitas. Banyak fenomena politisi menunjukkan kuantitas, perilaku tersebut termasuk bentuk ketidak percayaan diri akan kualitas dirinya. sedangkan dengan menunjukkan kualitas yg tinggi, sebagai mana cokroaminoto sampaikan, sebagai seorang politisi Islam harus murni tauhidnya, tinggi ilmunya, pintar siasahnya.

Murni tauhidnya memiliki makna apa yang akan dilakukan oleh politisi adalah mengajak untuk amar ma’ruf nahi mungkar. Orang yang murni tauhidnya, tidak akan takut kepada apapun hanya takut pada Allah. Ilmunya harus tinggi maksudnya adalah seorang politisi harus pintar, harus pintar menyampaikan ide-idenya. Apabila politisi tidak dapat menyampaikan idenya atau kehilangan kekuasaan untuk menyampaikan ide, maka bangsa ini akan mudah untuk disetir. Politisi harus rajin membaca, agar tau kondisi saat ini sehingga menemukan gagasan yang tepat sasaran.

Pintar siasah dalam bahasa arab maksudnya pintar dalam politik. Warga muhammadiyah tidak boleh lugu dalam politik. Warga Muhammadiyah harus pandai mencari strategi, tandasnya (Hendra Apriyadi)