Belalang Makanan Ekstrim Khas Gunungkidul

Belalang Makanan Ekstrim Khas Gunungkidul

Maret 14, 2019 Off By Redaksi Mentari News

Mentari News – Berburu kuliner merupakan hal yang wajib bagi para wisatawa yang berkunjung ke setiap daerah mana pun. Terutama bagi para wisatawan yang berkunjung berwisata ke Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain memiliki puluhan tempat wisata Yogyakarta juga memiliki berbagai macam makanan khas bahkan tersebar di setiap kabupaten.

Gunungkidul sendiri merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang selain memiliki tempat wisata yang begitu memukau juga memiliki makanan khas seperti: Tiwul, gathot, dan makanan khas yang cukup ekstrim yaitu Belalang goreng.

Mungkin di daerah lain belalang diangap sebagai hama oleh masyarakat sekitar, namun lain halnya di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain dianggap hama belalang di Kabupaten Gunungkidul juga dapat dimanfaatkan untuk dijadikan lauk pauk oleh masyarakat Gunungkidul. Orang Gunungkidul sendiri menjadikan belalang sebagai lauk pauk sudah sejak dari zaman dulu terutama orang yang tinggal di daerah pedesaan. Jenis belalang yang diolah merupakan jenis belang kayu yang sering hinggap di pohon jati .

Biasanya masyarakat Gunungkidul mengolah belalang ini dengan di goreng, namun sebelum diforeng belalang ini di bersihkan terlebih dahulu, dengan di potong kaki kakinya dan di buang sayapnya. Setelah di bersihkan belalang lalu di kasih bumbu bumbu yang di tumbuk halus. Bumbu Bumbu yang di gunakan pun cukup sederhana yaitu, Garam, tumbar, bawang putih lalu untuk varian rasa pedas manis maka akan di tambahkan bubuk cabai .

Belalang ini merupakan kaya akan kandungan protein, bahkan bagi sebagian orang yang pernah mencicipi belalang ini rasanya mirip seperti udang rasanya gurih dan juga renyah.

Selain di konsumsi sendiri biasanya masyarakat Gunungkidul mengolah belalang ini juga untuk di jual viasanya belalang goreng dapat dijumpai di pusat toko oleh oleh khas Gunungkidul maupun di Kota Yogyakarta. Dengan harga 30 – 50 ribu rupiah tergantung ukuran kemasan toples yang di gunakanya.

Berhubung mencarinya cukup sulit maka tak heran jika harga belalang per toplesnya cukup mahal l. Namun meski mahal banyak masyarakat wisatawan yang membelinya karena penasaran dengan rasa belalang itu sendiri. (Hermawan )