PLN Hitung Kebutuhan Tiang Listrik di Bulurejo, Warga Berharap Tak Berhenti di Survei

MENTARI NEWS- Keluhan warga RW 1 dan RW 2 Pekon Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, terkait rendahnya daya listrik di permukiman akibat belum tersedianya tiang atau togor listrik mulai mendapat perhatian dari pihak PLN.

Meski baru sebatas melakukan survei lokasi, kedatangan pihak PLN langsung disambut positif oleh masyarakat yang selama ini menantikan pemasangan jaringan listrik di wilayah tersebut.

Ketua RW 1 dan RW 2 Pekon Bulurejo, Fepri Cahyono, menyampaikan apresiasi kepada Anton Subagyo, anggota DPRD Pringsewu, yang telah memberikan perhatian terhadap keluhan warga.

“Alhamdulillah, pihak PLN Cabang Pringsewu langsung turun ke lokasi guna melakukan survei sekaligus memantau dan menghitung kebutuhan tiang atau togor listrik yang mendesak dibutuhkan,” kata Fepri Cahyono.

Ia menjelaskan, di wilayah RW 1 dan RW 2 terdapat dua gang jalan dengan total panjang sekitar 600 meter. Dengan estimasi jarak pemasangan antartiang sekitar 40 meter, masing-masing gang diperkirakan membutuhkan sekitar 15 tiang listrik.

“Jadi masing-masing gang akan membutuhkan sekitar 15 tiang atau togor. Kalau dua gang, diperkirakan membutuhkan sekitar 30 tiang listrik,” ungkapnya.

Fepri berharap survei yang telah dilakukan PLN segera ditindaklanjuti dengan pemasangan tiang listrik. Pasalnya, menurut dia, masyarakat telah menunggu puluhan tahun agar persoalan jaringan listrik di wilayah tersebut dapat diselesaikan.

“Kami berharap apa yang sudah disurvei PLN bisa segera ditindaklanjuti. Masyarakat sudah menunggu puluhan tahun untuk pemasangan tiang listrik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran PLN yang telah merespons dan turun langsung menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Hal senada disampaikan Suharno, salah seorang sesepuh masyarakat setempat. Ia mengapresiasi kedatangan pihak PLN untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Namun, warga berharap survei tersebut segera berlanjut pada pemasangan tiang listrik agar persoalan rendahnya daya listrik yang selama ini dirasakan masyarakat dapat segera teratasi.***(Wid)