Apa Itu FOMO dan JOMO dalam Gaya Hidup Digital

MENTARI NEWS- Di era media sosial dan internet yang terus terhubung 24 jam, muncul dua istilah yang sering dibicarakan: FOMO dan JOMO. Keduanya menggambarkan cara kita merespons dunia digital yang serba cepat, penuh update, dan terkadang bikin overthinking.

Apa sih arti FOMO dan JOMO? Dan kenapa penting memahami keduanya?

FOMO: fear of missing out
FOMO adalah singkatan dari fear of missing out, atau rasa takut ketinggalan sesuatu. Misalnya, kamu merasa harus ikut acara yang sedang tren, update status setiap hari, atau cemas kalau tidak menanggapi story teman. FOMO sering bikin kita merasa tertinggal, tidak cukup, atau kurang eksis.

Contoh FOMO dalam kehidupan sehari-hari:

Panik kalau belum coba tempat makan viral
Ikut beli barang diskon meski tidak butuh
Merasa cemas saat lihat teman liburan, padahal kamu lagi di rumah
Terus scroll media sosial meski sudah lelah

FOMO bisa memicu stres, membandingkan diri dengan orang lain, dan membuat kita sulit menikmati momen yang sedang dijalani.

JOMO: joy of missing out
Sebaliknya, JOMO atau joy of missing out adalah kebalikan dari FOMO. Ini adalah rasa tenang dan bahagia saat tidak ikut dalam tren atau keramaian tertentu. Orang yang punya JOMO sadar bahwa tidak perlu ikut semuanya untuk merasa cukup atau bahagia.

Contoh JOMO dalam hidup sehari-hari:

Memilih istirahat di rumah daripada ikut acara yang tidak kamu minati
Mematikan notifikasi saat bekerja atau beristirahat
Tidak terpancing untuk update terus di media sosial
Fokus menikmati momen tanpa harus membagikannya ke semua orang

JOMO bukan berarti antisosial, tapi lebih ke kemampuan memilah apa yang penting dan sesuai dengan kebutuhan diri sendiri.

Kenapa penting memahami keduanya?
FOMO dan JOMO sama-sama hadir karena tekanan sosial digital. Saat kamu mulai merasa cemas, iri, atau lelah karena melihat kehidupan orang lain di media sosial, itu sinyal untuk istirahat sejenak. Belajar berpindah dari FOMO ke JOMO bisa membantu kamu hidup lebih tenang, mindful, dan bahagia tanpa validasi dari luar.

Cara sederhana mempraktikkan JOMO:

Batasi waktu media sosial
Fokus pada hal yang membuat kamu nyaman, bukan yang sedang viral
Syukuri hidupmu tanpa membandingkan dengan orang lain
Nikmati momen tanpa harus membuktikan apa pun ke siapa pun

Hidup di era digital memang seru, tapi jangan sampai kehilangan kendali atas diri sendiri. FOMO bisa bikin gelisah, sementara JOMO mengajarkan kita untuk merasa cukup dan hadir sepenuhnya dalam hidup.***