MENTARI NEWS- Penurunan target PAD Kabupaten Lampung Timur di bawah kepemimpinan Bupati Ela Siti Nuryamah pada tah7n 2025 yang mencapai 170an miliar terindikasi karena latar belakangnya.
Jebolan Fatayat NU dan PMII yang lahir di Tasik Malaya baru sejak tahun 2009 bermukim di Desa Sidorejo, Sekampung Udik, Lampung Timur, berdasar jejak literasi digital.
Bandingkan dengan bupati sebelumnya, M. Dawam Rahardjo yang realisasi target PAD pada tahum 2024-nya hanya sekitar 21 miliar rupiah saja.
Sejak lahir pada 3 September 1968 di Jabung, ia juga beranjak dewasa di Desa Pasar Sukadana, Lampung Timur dan beberapa tahun merantau ke Bandar Lampung hingga Jakarta demi pendidikan.
Jika Ela kembali ke Lamtim saat tahun 2009, Dawam sudah lebih dulu tiba di kabupaten tersebut 8 tahun sebelumnya.
Selain latar belakang kelahiran dan durasi mengenal peta serta sosial ekonomi wilayah, apakah latar belakang profesi juga mempengaruhi kerja kepala daerah dalam mengemban amanah realisasi target PAD?
M. Dawam Rahardjo yang realisasi PAD-nya hanya selisih 21 miliaran rupiah pada tahun 2024 merupakan seorang birokrat tulen dan pernah menjabat Camat dan Kepala BKD.
Ela Siti Nuryamah? Ia merupakan politikus sejak masih berorganisasi.
Namun sebelum menjabat DPR RI yang membawahi bidang kesehatan, Ela Siti Nuryamah lebih dulu menjabat Wakil Ketua DPRD Lampung Timur, menjadi orang yang memahami kondisi masyarakat dan potensi sumber daya pendongkrak PAD.
Faktanya, realisasi target PAD Lamtim di bawah Ela Siti Nuryamah berbanding jauh dengan realisasi M. Dawam Rahardjo.
Apakah ini menjadi bukti birokrat lebih mengerti caranya mendongkrak PAD dibandingkan politikus?***
