Bupati Tanggamus Lantik 75 Pejabat Eselon, Sejumlah Camat Bergeser, Fokus pada Kinerja dan Integritas

MENTARI NEWS– Pemerintah Kabupaten Tanggamus resmi melakukan perombakan besar-besaran di jajaran birokrasi. Bupati Tanggamus Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, didampingi Wakil Bupati Agus Suranto, melantik 75 pejabat administrator (Eselon III) dan pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemkab Tanggamus, Selasa (2/12/2025). Acara berlangsung di ruang aula utama kantor bupati dengan dihadiri pejabat OPD, ASN, serta sejumlah camat dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menegaskan bahwa jabatan yang baru diemban bukan sekadar gelar, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan komitmen. “Saya ucapkan selamat kepada Saudara-Saudari yang baru dilantik. Amanah ini harus dilaksanakan dengan penuh komitmen, integritas, dan profesionalisme. Pejabat yang hebat bukan hanya mampu mengelola administrasi, tetapi juga menjadi teladan bagi bawahan dan masyarakat,” ujarnya.

Bupati menekankan pentingnya peran pejabat administrator dan pengawas sebagai tulang punggung birokrasi yang menjadi ujung tombak implementasi kebijakan. Ia meminta agar seluruh pejabat meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural. “Integritas dan disiplin ASN harus menjadi prioritas. Tidak boleh ada pegawai yang mangkir berbulan-bulan namun tetap menerima gaji. Hal ini tidak adil dan tidak mencerminkan etos kerja yang baik,” tegas Saleh Asnawi.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa kinerja para pejabat akan dievaluasi secara berkala. Evaluasi ini menjadi tolok ukur implementasi core value “Budaya Kerja Jalan Lurus” untuk mendukung visi Tanggamus 2025–2030. “Pejabat yang efektif akan membawa perubahan nyata bagi masyarakat, sedangkan yang tidak disiplin akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan,” tambahnya.

Perombakan ini juga menimbulkan pergeseran di sejumlah kecamatan. Sebagai contoh, Rusdi, S.I.P. yang sebelumnya Sekretaris Kecamatan Kelumbayan kini menjabat Camat Bulok. Zulyadi, S.I.P., M.M., yang sebelumnya Kepala Bidang Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, ditugaskan sebagai Camat Kota Agung Barat. Derius Putrawan, S.P., M.M., bergeser dari Camat Kelumbayan menjadi Camat Gunung Alip. Pergeseran ini dilakukan untuk memperkuat struktur pemerintahan di tingkat kecamatan dan memastikan koordinasi dengan OPD lebih efektif.

Selain perubahan camat, sejumlah jabatan strategis di OPD juga mengalami rotasi. Novrizal Mulkan, S.H., M.M. yang sebelumnya Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi, kini menjabat Inspektur Pembantu III di Inspektorat Daerah. Joko Suprihatin, S.Kom., M.M., dari Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Muda di Dinas Tenaga Kerja, menjadi Kepala Bagian Administrasi Pembangunan pada Sekretariat Daerah.

Rotasi juga terjadi di jajaran Eselon IV, dengan penempatan strategis untuk mengoptimalkan layanan publik. Misalnya, Rahmad Kurniawan, S.A.N., M.M., yang sebelumnya Kepala Sub Bidang Koordinasi Anggaran di Badan Pengelola Keuangan Daerah, kini memegang posisi Kepala Sub Bidang Pengelolaan Opsen Pajak. Sementara itu, Christina Dian Kurniawati, S.E., sebelumnya Kepala Sub Bagian Umum dan Kerja Sama di Sekretariat Dewan Pengurus Korpri, dilantik sebagai Kepala UPTD Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunung Alip.

Wakil Bupati Agus Suranto menambahkan, rotasi dan mutasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi birokrasi, mempercepat pelayanan publik, serta meningkatkan akuntabilitas setiap OPD. “Rotasi bukan untuk menyingkirkan, tetapi untuk memberikan kesempatan pejabat mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi maksimal,” kata Agus.

Seluruh pejabat yang dilantik diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tugas baru, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan menegakkan disiplin kerja. Bupati juga menekankan bahwa evaluasi berkala akan dilakukan agar setiap jabatan yang diemban menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.

Dengan pelantikan ini, Pemkab Tanggamus berharap birokrasi lebih dinamis, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga infrastruktur. Pergeseran pejabat ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan pemerintahan yang profesional dan responsif.***