Dari Solo Song hingga Atletik, SMAN 1 Padang Cermin Asah Potensi 184 Siswa

MENTARI NEWS- Rabu pagi, 14 Oktober 2026, suasana SMAN 1 Padang Cermin, Hanura, Pesawaran, terasa lebih semarak dari biasanya. Sebanyak 184 siswa dari berbagai kelas mengikuti Workshop Seni dan Olahraga. Ada yang bersiap mengolah suara dalam solo song, mendalami gerak tari kreasi, merancang gagasan film pendek, hingga mengenal jurnalistik dan kriya. Di bidang olahraga, siswa diperkenalkan pada keterampilan atletik yang meliputi lari, lompat, dan lempar. Selama dua hari, 14–15 Oktober, sekolah ini menjadi ruang bagi bakat-bakat muda untuk ditemukan, diasah, dan dipersiapkan menuju panggung kompetisi.

Workshop itu bukan sekadar kegiatan mengisi waktu di luar pelajaran. Di baliknya, ada ikhtiar sekolah untuk memberi tempat bagi potensi siswa yang selama ini belum sepenuhnya berkembang. Puncak rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung pada 10 November 2026 melalui perlombaan yang diharapkan menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Merawat Jejak Prestasi, Membuka Peluang Baru

Semangat menumbuhkan potensi itu sejatinya bukan hal baru bagi SMAN 1 Padang Cermin. Di ruang kepala sekolah, jejeran piala menjadi saksi perjalanan sekolah ini dalam mengembangkan kemampuan siswa di berbagai bidang. Ada piala Juara I Lomba Sekolah Sehat UKS 2015, Juara I Lomba Tari Kreasi Daerah Lampung 2016, Juara I Tenis Meja Beregu 2017, Juara I Lomba Lagu Pop Daerah Lampung 2017, serta Juara III Tari Kreasi Lampung pada Hardiknas 2018.

Piala-piala itu memang berasal dari sejumlah perlombaan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, maknanya lebih jauh daripada sekadar catatan kemenangan. Di sana tersimpan kerja keras siswa, kesungguhan guru dalam membimbing, dan dukungan sekolah terhadap pengembangan kemampuan anak didik.

Kini, semangat tersebut diteruskan melalui kegiatan yang lebih terarah. Kepala SMAN 1 Padang Cermin, Tamzir Zamka, mengatakan sekolah berkomitmen mendukung siswa agar berkembang sesuai bakat dan minat masing-masing, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

“Kami memang mendorong siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun seni dan olahraga sesuai bakat dan minat siswa,” ujarnya.

Menurut Tamzir, setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda. Karena itu, sekolah perlu menyediakan kesempatan agar potensi yang dimiliki tidak berhenti sebagai bakat terpendam. Sebagian siswa mungkin menonjol dalam pelajaran di kelas, sementara yang lain menemukan keunggulannya melalui seni, keterampilan, atau olahraga.

Pandangan ini menjadi salah satu alasan penyelenggaraan workshop. Sekolah melihat bahwa banyak siswa mempunyai bakat, tetapi belum semuanya memperoleh wadah yang memadai untuk mengembangkannya. Melalui pelatihan, mereka diharapkan mendapatkan pengalaman, bimbingan, dan bekal untuk melangkah lebih jauh.

Dari Seni hingga Jurnalistik, dari Kriya hingga Atletik

Bidang seni dalam workshop meliputi tari kreasi, solo song, film pendek, kriya, dan jurnalistik. Untuk mendampingi peserta, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber dari latar belakang dan keahlian yang beragam.

Dra. Nursini Mugia Stuti, seorang praktisi seni, menjadi narasumber solo song. Bidang tari kreasi dibimbing Rusli Syukur, yang juga merupakan praktisi seni. Sementara itu, Pemimpin Redaksi Potensinews.id Zulkarnain Zubairi mengisi bidang jurnalistik, dan Alhari, S.Sn., menjadi narasumber bidang kriya.

Untuk film pendek, peserta mendapat pendampingan dari Dede Safara Wijaya, S.Sn., dari Dewan Kesenian Lampung. Kehadiran para pemateri tersebut diharapkan membantu siswa memahami proses berkarya sekaligus mengenali kemungkinan pengembangan diri melalui bidang yang mereka minati.

Di bidang olahraga, workshop menghadirkan Andri Prasetyo, M.Pd., dosen pendidikan jasmani di Universitas Aisyah Pringsewu (UAP), serta Erwin Indra Tanjung, S.Pd., dari PASI Pesawaran. Keduanya menjadi narasumber atletik, dengan materi yang mencakup lari, lompat, dan lempar.

Pilihan bidang tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui buku dan papan tulis. Dalam seni, siswa belajar mengolah gagasan, rasa, dan kreativitas. Jurnalistik melatih kepekaan mengamati lingkungan serta keterampilan menyampaikan informasi. Kriya mengasah ketelitian dan daya cipta, sedangkan film pendek mengajak siswa bercerita melalui gambar dan suara.

Olahraga pun memberikan pelajaran yang tidak kalah penting. Latihan mengajarkan disiplin dan ketekunan, sementara kompetisi memperkenalkan semangat berjuang, kerja sama, dan sikap menerima hasil dengan lapang dada. Kemenangan memang menyenangkan, tetapi proses menuju ke sana juga merupakan bagian penting dari pendidikan.

Perlombaan Menjadi Ruang Pembuktian

Karena itu, workshop ini tidak dirancang berhenti pada pelatihan selama dua hari. Sekolah merencanakan perlombaan sebagai puncak rangkaian kegiatan pada 10 November 2026. Ajang tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi siswa untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari, memperlihatkan hasil latihan, dan mengukur perkembangan kemampuan mereka.

Rencana perlombaan itu sekaligus memberi sasaran yang jelas bagi peserta. Setelah memperoleh materi dari narasumber, mereka mempunyai kesempatan untuk berlatih dan mempersiapkan diri. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda yang selesai ketika acara ditutup.

Antusiasme siswa menjadi modal penting bagi upaya tersebut. Eka Yuanda, siswa kelas XI, mengungkapkan kebanggaannya bersekolah di SMAN 1 Padang Cermin.

“Saya senang dan bangga bersekolah di SMAN 1 Padang Cermin,” katanya.

Pernyataan sederhana itu menunjukkan bahwa pengalaman sekolah bukan hanya perkara mengikuti pelajaran dan menyelesaikan tugas. Lingkungan yang mendukung, kesempatan untuk mencoba, dan perhatian terhadap minat siswa turut membentuk rasa memiliki serta kepercayaan diri mereka.

Tentu, mengembangkan bakat membutuhkan proses yang tidak sebentar. Workshop dapat menjadi pintu masuk, tetapi pembinaan lanjutan, latihan teratur, pendampingan guru, dan kesempatan tampil tetap diperlukan. Tantangannya adalah menjaga agar semangat yang tumbuh selama kegiatan tidak ikut berakhir bersama berakhirnya acara.

Sekolah Unggul, Tempat Bakat Anak Menyala

Di sinilah makna sekolah unggul perlu ditempatkan. Keunggulan bukan semata-mata diukur dari banyaknya piala di lemari atau panjangnya daftar penghargaan. Lebih penting daripada itu ialah kemampuan sekolah mengenali keunikan setiap anak, menyediakan ruang untuk berkembang, dan membantu mereka menemukan jalan menuju masa depan.

Jejeran piala di ruang kepala sekolah menyimpan cerita tentang apa yang pernah dicapai. Workshop Seni dan Olahraga membuka peluang bagi cerita-cerita baru untuk ditulis. Perlombaan yang direncanakan pada 10 November 2026 kelak menjadi salah satu kesempatan bagi para siswa untuk menunjukkan hasil dari proses tersebut.

Sebab, sekolah yang sungguh-sungguh unggul bukan hanya sekolah yang mempunyai banyak juara. Sekolah unggul adalah sekolah yang tidak membiarkan bakat anak didiknya padam sebelum sempat menyala.

Workshop Seni dan Olahraga siswa SMAN 1 Padang Cermin, 14–15 Oktober 2026.***