Desaku Maju: Sinergi Pemerintah dan Kagama Lampung Tingkatkan Hilirisasi Komoditas

MENTARI NEWS- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk percepatan hilirisasi komoditas dan pembangunan berbasis desa melalui program Desaku Maju. Hal ini disampaikan saat menerima Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Lampung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (2/3/2026).

Fokus pada Ekonomi Desa dan Hilirisasi Komoditas

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar dari komoditas padi, jagung, dan singkong yang menopang sekitar 1,2 juta kepala keluarga. Selama ini sebagian besar komoditas diekspor dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah dinikmati daerah lain. Program Desaku Maju dirancang untuk membangun sistem pengolahan lokal, mulai dari pengeringan jagung di desa hingga produksi pakan ternak dan distribusi pangan berbasis desa, sehingga meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi biaya logistik.

Peningkatan Produktivitas dan Penguatan BUMDes

Selain pengembangan dryer di 500 desa, Pemprov Lampung menyiapkan program pupuk organik cair (POC) di 2.000 desa untuk meningkatkan produktivitas hingga 15 persen. Penguatan BUMDes juga menjadi fokus agar mampu menjadi offtaker komoditas lokal. Saat ini dari sekitar 2.300 BUMDes berbadan hukum, hanya sebagian kecil yang aktif dan berkembang.

Pendidikan Vokasi dan Hexahelix

Gubernur Mirza menyoroti pentingnya pendidikan vokasi desa dan pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi ekonomi. Ia menekankan penerapan pendekatan hexahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan unsur hukum. Ia juga meminta pembentukan tim kerja bersama antara OPD terkait dan Kagama untuk menindaklanjuti kerja sama konkret, termasuk riset, program KKN tematik, dan penguatan ekosistem ekonomi desa.

Dukungan Kagama Lampung

Ketua Kagama Lampung Qudrotul Ikhwan menyatakan kesiapan alumni untuk mendampingi desa, memastikan program tidak berhenti sebagai proyek tetapi menjadi gerakan berkelanjutan. Kagama aktif dalam pendampingan hilirisasi komoditas, edukasi pertanian, kegiatan sosial-lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi melalui gotong royong berbasis iuran anggota.

Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi strategis antara Pemprov Lampung dan Kagama Lampung, yang berorientasi pada pembangunan inklusif, berbasis komoditas unggulan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.***