“Digital Wellbeing: Cara Tetap Waras di Tengah Serbuan Notifikasi”

MENTARI NEWS- Notifikasi berbunyi, jari langsung refleks buka layar. Scroll TikTok satu menit, eh, tahu-tahu sudah satu jam. Kalau kamu merasa makin susah lepas dari layar dan kepala sering sumpek karena informasi bertubi-tubi, mungkin sudah waktunya membenahi digital wellbeing.

Digital wellbeing atau kesejahteraan digital adalah tentang bagaimana kita menjaga hubungan sehat dengan dunia digital—tanpa jadi budaknya. Bukan berarti harus offline selamanya, tapi bijak mengatur kapan, bagaimana, dan untuk apa kita mengakses teknologi.

Yuk, simak beberapa cara menjaga digital wellbeing agar hidupmu lebih seimbang, produktif, dan waras secara mental!


1. Sadari Pola Digitalmu

Langkah pertama adalah menyadari seberapa sering kamu buka HP dan aplikasi tertentu. Cek fitur screen time atau digital wellbeing di ponselmu. Dari situ, kamu bisa tahu apakah waktumu banyak habis di media sosial, game, atau aplikasi kerja.

Pro Tip: Aktifkan fitur batas waktu harian pada aplikasi yang bikin kamu gampang lupa waktu.


2. Kurangi Notifikasi Tak Penting

Notifikasi bisa jadi pemicu stres tanpa sadar. Pilih aplikasi yang benar-benar penting saja untuk diaktifkan notifikasinya. Sisanya? Silent mode is your best friend.


3. Terapkan Zona dan Waktu Bebas Gadget

Buat “ruang sakral” bebas gadget seperti meja makan atau kamar tidur. Terapkan juga waktu bebas gadget, misalnya satu jam sebelum tidur. Ini bantu otak rileks dan tidur lebih nyenyak.


4. Konsumsi Konten Secara Sadar

Sebelum scroll, tanya ke diri sendiri: “Aku cari hiburan, informasi, atau cuma ngisi waktu kosong?”
Jangan biarkan algoritma sepenuhnya mengambil alih perhatianmu. Ikuti akun-akun yang memberi dampak positif, dan unfollow yang bikin overthinking atau insecure.


5. Latih Digital Minimalism

Kamu nggak harus punya semua aplikasi. Pilih yang benar-benar kamu butuhkan. Minimalis secara digital membantu mengurangi distraksi dan bikin pikiran lebih ringan.


6. Jangan Lupakan Interaksi Nyata

Dunia digital memang seru, tapi jangan sampai menggantikan interaksi dunia nyata. Sempatkan ngobrol langsung, nongkrong, atau sekadar quality time bareng keluarga dan teman tanpa gadget di tangan.


7. Refleksi Diri Secara Berkala

Coba lakukan digital detox mingguan, misalnya offline dari media sosial di akhir pekan. Gunakan waktu itu untuk refleksi, baca buku, jalan-jalan, atau merawat diri.

Menjaga digital wellbeing bukan soal anti-teknologi, tapi soal menciptakan batas sehat antara dunia nyata dan dunia layar. Di era serba cepat dan terkoneksi seperti sekarang, punya kendali atas gadget justru bikin hidup lebih waras, fokus, dan bermakna.***