MENTARI NEWS- Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Sudiyono, menindaklanjuti keluhan petani Pekon Margakaya dan Pekon Waluyojati terkait banjir yang kerap menggenangi lahan persawahan saat musim penghujan. Salah satu usulan yang disampaikan warga adalah pembangunan saluran pembuangan air menuju Way Tebu agar genangan lebih cepat surut.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Sudiyono mengajak Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau lokasi di Pekon Margakaya, Rabu (28/10/2026).
Dalam peninjauan itu, Dinas PUPR diwakili Kepala Bidang Pengairan Wiyanto, sedangkan Dinas Pertanian diwakili Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) Wahyu Setiawan. Hadir pula sejumlah warga dan petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), yakni Sudardi dari Pekon Waluyojati dan Rudi dari Pekon Margakaya.
Menurut Sudardi, sekitar 150 hektare lahan persawahan di Pekon Margakaya kerap terdampak banjir saat musim penghujan. Kondisi tersebut disebabkan saluran pembuangan air yang dinilai terlalu kecil sehingga tidak mampu mengalirkan luapan air secara cepat.
Selain itu, lahan persawahan di Pekon Waluyojati yang berada di bagian hulu turut terdampak karena aliran air di bagian hilir sulit terbuang. Kondisi tersebut juga dibenarkan Rudi dari P3A Pekon Margakaya.
Rudi berharap pemerintah membangun saluran pembuangan air dengan kapasitas lebih besar agar genangan banjir di area persawahan dapat segera surut.
Menanggapi keluhan tersebut, Sudiyono meminta Dinas PUPR mengkaji pembangunan gorong-gorong atau jembatan yang melintasi jalan kabupaten di Pekon Margakaya. Menurutnya, jalur tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mengalirkan air menuju Way Tebu, mengingat jarak yang perlu dilintasi sekitar 10 meter.
Saluran pembuangan sebelumnya memang sudah tersedia. Namun, ukurannya relatif kecil dan sebagian jalurnya berada di dalam bangunan milik warga sehingga sulit diperlebar.
Selain pembangunan saluran pembuangan, jaringan irigasi sekunder dari Pekon Margakaya hingga Pekon Waluyojati sepanjang sekitar satu kilometer juga membutuhkan penanganan. Salah satu kebutuhan yang disampaikan adalah pengerukan untuk membantu memperlancar aliran air.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Pringsewu, Wiyanto, menyatakan pihaknya siap mengusulkan pembangunan jembatan atau gorong-gorong sebagai jalur pembuangan luapan air saat hujan.
“Ya, nanti akan dilakukan kajian dan bisa dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) dewan,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk jaringan irigasi sepanjang sekitar satu kilometer, pihaknya akan mengusulkan peninggian dan pelebaran tanggul agar mampu menahan luapan air. Menurut Wiyanto, penanganan tersebut tidak direncanakan menggunakan APBD Kabupaten Pringsewu, melainkan akan diusulkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) atau pendanaan pemerintah pusat.
Di sisi lain, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP), Wahyu Setiawan, menyampaikan bahwa usulan kelompok tani terkait pembangunan irigasi tersier sepanjang 100 meter telah disetujui. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar pembuangan air saat banjir.
“Semoga irigasi yang sudah terbangun akan bermanfaat bagi petani,” ungkapnya.***(Wid)
