MENTARI NEWS- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Mesuji secara virtual dari ruang kerja Wakil Gubernur Lampung, Rabu (13/5/2026).
Rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari evaluasi mingguan Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di kabupaten/kota, dengan fokus khusus pada kondisi penanganan TBC di Kabupaten Mesuji.
Dalam arahannya, Jihan menegaskan bahwa penanganan TBC tidak dapat dilakukan secara parsial dan harus melibatkan seluruh unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, pemerintah desa, hingga organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, eliminasi TBC merupakan bagian dari program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia dengan target penurunan kasus TBC sebesar 50 persen dalam lima tahun dan eliminasi TBC secara nasional pada tahun 2030.
“Penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua instrumen yang kita miliki harus dioptimalkan, baik rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, kader TBC, maupun desa siaga TBC,” ujar Jihan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mesuji yang telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2026–2030 serta membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis.
Selain itu, keberadaan 81 kader TBC yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Mesuji dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat penanganan dan pencegahan penyebaran penyakit tersebut.
Berdasarkan paparan Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji, capaian notifikasi kasus TBC hingga April 2026 baru mencapai sekitar 22 persen dari target 30 persen. Sementara cakupan investigasi kontak dan terapi pencegahan TBC juga dinilai masih perlu ditingkatkan.
Meski demikian, tingkat keberhasilan pengobatan atau treatment success rate di Kabupaten Mesuji telah mencapai lebih dari 90 persen.
Jihan menilai capaian keberhasilan pengobatan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan penemuan kasus secara aktif agar sumber penularan yang masih tersembunyi dapat segera ditemukan dan ditangani.
“Kalau capaian notifikasi kasus dan penemuan terduga TBC masih rendah, artinya kemungkinan masih banyak sumber penularan yang belum ditemukan. Karena itu, screening harus lebih masif dan agresif,” tegasnya.
Wagub Lampung itu juga meminta Pemerintah Kabupaten Mesuji tetap memberikan dukungan anggaran khusus bagi program penanggulangan TBC meskipun saat ini pemerintah daerah tengah menghadapi efisiensi anggaran.
Menurutnya, dukungan pembiayaan sangat penting untuk memperkuat penemuan kasus aktif, investigasi kontak, pemberdayaan kader kesehatan, hingga penguatan desa siaga TBC.
Selain itu, Jihan turut mendorong optimalisasi penggunaan alat Tes Cepat Molekuler (TCM), penguatan pelaporan kasus dari klinik dan rumah sakit swasta, serta pelaksanaan screening door to door di wilayah dengan risiko tinggi penyebaran TBC.
Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah mengusulkan bantuan mobile X-ray kepada Kementerian Kesehatan guna mendukung percepatan deteksi kasus TBC di kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Mesuji.
Jihan berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi dan melakukan monitoring rutin agar target eliminasi TBC di Provinsi Lampung dapat tercapai sesuai target nasional.***
