MENTARI NEWS- Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Lampung Selatan Kompol Made Silpa Yudiawan, S.H., S.I.K., M.H. menyerahkan penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas.
Pemberian reward tersebut berlangsung dalam rangkaian apel pagi di Lapangan Apel Polres Lampung Selatan. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi pimpinan terhadap personel yang menunjukkan kinerja dan kontribusi nyata dalam penanganan sejumlah perkara.
Dalam daftar penghargaan yang ditetapkan Kapolres Lampung Selatan, terdapat 16 penerima penghargaan, terdiri atas personel Polri dan dua warga masyarakat yang turut membantu pengamanan pelaku tindak pidana.
Salah satu prestasi yang mendapat apresiasi yakni keberhasilan personel Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni mengamankan pelaku tindak pidana yang membawa satu senjata api rakitan jenis revolver beserta empat amunisi di Pelabuhan Bakauheni.
Penanganan perkara tersebut kemudian dikembangkan hingga ke Cikarang Selatan, Bekasi. Dari pengembangan itu, petugas kembali berhasil menemukan satu senjata api rakitan jenis revolver dan dua amunisi.
Atas keberhasilan tersebut, penghargaan diberikan kepada Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Fransiskus Yepta Terang Ginting, S.Tr.K., S.I.K., M.M., Kanit Reskrim KSKP Bakauheni Ipda Muhammad Cecep Reza, S.Tr.K., Kanit Intelkam KSKP Bakauheni Ipda Yuyut Panca Putra, S.H., M.H., Aiptu Lipur Naim, Aipda Eben Ezer Manurung, Aipda Koko Jatmiko, S.H., serta Briptu M. Harza Adhiguna, S.H.
Penghargaan juga diberikan kepada tujuh personel Satlantas yang berhasil mengamankan pelaku pencurian sepeda motor yang kedapatan membawa kunci leter T di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), depan Mal Pelayanan Publik Kalianda, Lampung Selatan.
Ketujuh personel tersebut yakni Ipda Iyon Sugiono, S.H., Aiptu Dany Suharyo, S.H., Aiptu Helmi, Aipda Novan Ariyanto, A.Md., S.M., Aipda Wahid Edi Sugiri, S.H., Aipda Nur Rahmad, S.H., dan Aipda Deni Meydinistira, S.H.
Selain personel kepolisian, dua warga masyarakat turut menerima penghargaan karena membantu personel Satlantas mengamankan pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor. Keduanya yakni Arifin, seorang pensiunan ASN, dan Sahiri Effendi yang bekerja sebagai petani.
Kompol Made Silpa Yudiawan mengatakan, sebuah pengungkapan perkara tidak terjadi secara instan. Di balik keberhasilan petugas, terdapat proses panjang yang menuntut kerja keras, keuletan, kedisiplinan, serta konsistensi personel dalam menjalankan tugas.
“Mengungkap sebuah kasus bukan pekerjaan yang mudah. Di balik satu keberhasilan, ada proses panjang, kerja keras, keuletan dan kedisiplinan yang harus dijalankan. Dalam prosesnya, personel tidak selalu langsung menemukan hasil. Ada kalanya kita menemui jalan buntu, ada upaya yang belum membuahkan hasil, bahkan menghadapi kegagalan,” ujar Made.
Menurutnya, situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika tugas kepolisian. Kegagalan atau kebuntuan dalam satu upaya, kata dia, tidak boleh menjadi alasan bagi personel untuk berhenti bekerja.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bentuk apresiasi dari pimpinan kepada personel yang berhasil, tetapi juga menjadi penyemangat bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.
“Reward ini saya harapkan menjadi motivasi bagi personel lainnya. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan di lapangan. Terus lakukan evaluasi, kembangkan informasi dan laksanakan tugas secara profesional sampai mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Made.***
