Laboratorium Kekaryaan Taruna Indonesia Rilis Survei, Wahrul Fauzi Jadi Favorit Ketua Karang Taruna Lampung

MENTARI NEWS- Dinamika menjelang Temu Karya Karang Taruna Provinsi Lampung 2026 semakin menghangat. Berdasarkan hasil riset terbaru yang dirilis Laboratorium Kekaryaan Taruna Indonesia, nama Wahrul Fauzi Silalahi, S.H. berada di posisi teratas dalam bursa calon Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung.

Survei tersebut dipimpin Direktur Laboratorium Kekaryaan Taruna Indonesia, Singgih Andaluciano, untuk memetakan persepsi serta arah dukungan pengurus dan kader Karang Taruna di Provinsi Lampung apabila pemilihan dilaksanakan saat ini.

Dalam survei tersebut digunakan metode Simple Random Sampling melalui Random Digit Dialing (RDD) dari basis data kontak pengurus dan kader Karang Taruna yang telah terverifikasi.

Sebanyak 800 responden dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung terlibat dalam survei dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error ±3,46 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung via telepon oleh surveyor terlatih dengan quality control mencapai 100 persen.

Hasil simulasi dukungan menunjukkan Wahrul Fauzi Silalahi memperoleh elektabilitas sebesar 41,5 persen dan menempati posisi teratas dalam bursa calon Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung.

Laboratorium Kekaryaan Taruna Indonesia menyebut tingginya dukungan terhadap Wahrul Fauzi dipengaruhi rekam jejaknya di bidang hukum, advokasi kepemudaan, serta pengalamannya sebagai legislator yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin konsolidasi organisasi.

Di posisi kedua terdapat M. Yuliardi dengan elektabilitas sebesar 27,8 persen. Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, ia dinilai memiliki basis dukungan internal yang cukup kuat berkat perannya menjaga roda organisasi selama masa transisi.

Sementara itu, Elsan Tomi Sagita berada di posisi ketiga dengan perolehan dukungan sebesar 15,2 persen. Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Golkar tersebut dinilai memiliki modal jejaring politik yang luas serta komunikasi lintas organisasi.

Posisi keempat ditempati Nadirsyah dengan elektabilitas 11 persen. Wakil Bupati Tulang Bawang Barat tersebut memperoleh dukungan terutama dari wilayah Lampung bagian utara serta kalangan yang menginginkan figur berlatar belakang pemerintahan daerah.

Adapun sebanyak 4,5 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan atau masih merahasiakan sikap politiknya menjelang pelaksanaan Temu Karya Karang Taruna Provinsi Lampung.

Berdasarkan data yang dipublikasikan, tingginya elektabilitas Wahrul Fauzi Silalahi juga didukung rekam jejak panjangnya di berbagai bidang.

Wahrul Fauzi lahir di Medan pada 31 Agustus 1986 dan dibesarkan di Liwa, Kabupaten Lampung Barat, dalam keluarga petani. Ia menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Liwa, kemudian meraih gelar Sarjana Hukum di Universitas Lampung (Unila) serta Magister Hukum di Universitas Bandar Lampung (UBL) pada 2012.

Dalam bidang advokasi, Wahrul pernah menjabat Direktur Kantor Hukum WFS dan Rekan pada periode 2014–2019 serta Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung. Aktivitasnya dalam mendampingi masyarakat marginal dan kelompok rentan membuatnya dikenal dengan julukan “Pengacara Rakyat”.

Di bidang organisasi dan politik, Wahrul pernah menjadi Wakil Ketua HKTI Lampung periode 2013–2015. Saat ini ia merupakan kader Partai Gerindra sekaligus Anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Lampung Selatan. Sebelumnya ia menjabat Ketua Komisi II dan kini bertugas di Komisi IV DPRD Provinsi Lampung.

Direktur Laboratorium Kekaryaan Taruna Indonesia, Singgih Andaluciano, menilai hasil survei tersebut menunjukkan persaingan menuju Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung berlangsung dinamis.

Menurutnya, peta dukungan mulai mengerucut kepada dua figur utama, yakni Wahrul Fauzi Silalahi yang memperoleh dukungan kuat dari akar rumput melalui rekam jejak advokasi dan pengabdiannya kepada masyarakat, serta M. Yuliardi yang memiliki kekuatan pada struktur organisasi selama masa transisi kepemimpinan.

Hasil survei tersebut menjadi gambaran awal mengenai dinamika dukungan menjelang pelaksanaan Temu Karya Karang Taruna Provinsi Lampung 2026 yang akan menentukan kepemimpinan organisasi kepemudaan tersebut.***