Masalah Koperasi Tak Kunjung Usai, Jalan Politik Penerus Herman HN Dinilai Makin Terjal

Analisa Redaksi

MENTARI NEWS- Dinasti politik Herman HN akan berakhir seiring kinerja Wali Kota Eva Dwiana yang tak mampu menjaga kredibilitas dan integritas, merawat kepercayaan pendukungnya.

Seperti kasus yang terjadi dalam Koperasi Pegawai Republik Indonesia Ragom Betik Gawi, vailid hingga 100 Miliar rupiah dalam menjaga amanah simpanan guru sebagai garda terdepan mencerdaskan generasi bangsa.

Ketua koordinator korban koperasi tersebut, Azzimah mengaku ada sekitar 300 orang yang ia urus, berlatar belakang pensiunan guru– sampai detik ini masih menagih haknya dengan total kerugian 7 miliar rupiah.

Koperasi Ragom Betik Gawi belum terselesaikan, dan hak-hak orang masih tergadai.

Muncul pelapor baru– anak pensiunan Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung yang mengaduh karena dana masa depan orang tuanya tertahan tanpa kejelasan di KPRI Handayani.

Ceritanya, ada 700 anggota tergabung dalam KPRI yang berkedudukan tepat di depan Disdikbud Kota Bandar Lampung tersebut.

Berdasar keterangan orang dalam pendidikan, koperasi ini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung dan sudah bertahun-tahun terbengkalai.

Pelapor pun telah menemui bendaharanya, namun belum menerima itikad baik.

Pelapor ini pun bukan satu-satunya korban karena sejak tahun 2023, KPRI Handayani yang diketuai Suifuddin atau M. Safiuddin ini tak mampu mencairkan THR para anggota.

Dari jejal digital, pembina koperasi ini ialah eks Kadis Dikbud Kota Bandar Lampung Eka Afriana.

Bahkan ada tuduhan serius terhadapnya, mengalihkan uang anggota koperasi untuk kepentingan lain.

Namum dalam RDP bersama lintas komisi DPRD setempat 2 tahun lalu, saudari kembar Eva Dwiana ini menampik isu pihaknya sengaja menggunakan uang untuk kepentingan pembayaran honorer.

Dengan segudang permasalahan uang rakyat yang tak mampu terselesaikan di bawah kendali pejabat politik dan pejabat birokrat kembar bersaudara itu, dinasti politik Herman HN bakal tumbang dan korbannya Rahmawati Herdian yang digadang-gadang akan meneruskan kiprah ayah dan bunda sebagai Wali Kota Bandar Lampung.

Penantangnya pun bukan dari kalangan yang memiliki hutang budi dengan keluarga tersebut, bukan sebatas pernah menjadi Kepala Dinas.

Kabar beredar, penantang keras Rahmawati ialah adik Gubernur Lampung itu sendiri.

Mampukah Herman HN melawan orang berpengaruh Lampung dan Indonesia dengan kemungkinan telah kehilangan 2.400-3.200 pemilihnya lantaran istri dan adik iparnya tak mampu menjamin hak orang yang sangat membutuhkan? ***