Panen Raya TNI di Lampung Tengah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

MENTARI NEWS- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengikuti Panen Raya TNI Serentak di Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara TNI dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.

Panen raya yang digelar di Lampung merupakan bagian dari pelaksanaan Panen Raya TNI Serentak di 43 titik di seluruh Indonesia yang dipimpin secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Secara nasional, kegiatan tersebut meliputi panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, panen kedelai yang didampingi TNI Angkatan Laut di empat lokasi, serta panen tebu bersama TNI Angkatan Udara di delapan lokasi. Program ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan sektor pertanian di berbagai daerah.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Presiden, ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan merupakan gerakan nasional yang harus melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga mengingatkan bahwa sebelumnya, pada 16 Mei 2026, pemerintah telah melaksanakan panen raya jagung bersama Polri. Sementara Panen Raya TNI kali ini difokuskan pada komoditas padi, kedelai, dan tebu.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung sektor pertanian sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo telah memberikan dampak positif terhadap pengawalan program kedaulatan pangan nasional.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan aparat tidak hanya pada proses produksi, tetapi juga mencakup distribusi pupuk, pengaturan jadwal tanam, hingga menjaga stabilitas harga hasil panen.

“Selama sekitar satu setengah tahun terakhir, TNI dan Polri mengawal berbagai komoditas. Tidak ada pupuk yang diselewengkan, harga panen tetap terjaga, dan jadwal tanam berjalan lebih tepat. TNI dan Polri memang tidak ikut menanam, tetapi mendampingi agar petani tidak berjalan sendiri,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong percepatan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi yang selama puluhan tahun menjadi salah satu persoalan utama sektor pertanian.

“Masalah air sudah berlangsung puluhan tahun. Kami terus mendorong percepatan perbaikan irigasi yang selama ini belum terselesaikan. Mudah-mudahan upaya tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi petani,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan para petani, Panen Raya TNI Serentak diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas pemerintah.***