Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Lampung Selatan

MENTARI NEWS- Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi multisektoral. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mematangkan aplikasi “Lampung Peduli TBC” yang kini memasuki tahap finalisasi di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung.

Sistem digital tersebut diperkuat dengan penambahan sejumlah variabel data untuk mengoptimalkan pelacakan kasus sekaligus mendukung program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni bagi pasien TBC.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Lampung Selatan secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu (24/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Jihan memastikan setiap orang yang telah terdiagnosis TBC dapat tercatat dan terlaporkan dalam sistem informasi TBC.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu wilayah prioritas penanggulangan TBC di Provinsi Lampung. Kabupaten tersebut menyumbang sekitar 11 persen dari total kasus TBC di Provinsi Lampung.

Merespons kondisi tersebut, Wagub menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan untuk meningkatkan pelacakan serta asesmen lapangan secara lebih progresif. Langkah ini diperlukan agar penanganan kasus dapat dilakukan secara optimal dan kuota bantuan yang tersedia dapat terserap secara maksimal.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap capaian penemuan kasus baru. Pada zona merah, notification rate baru mencapai sekitar 11 persen, masih jauh dari target ideal sebesar 90 persen.

Dalam rapat koordinasi TP2TB Lampung Selatan, Jihan menegaskan bahwa penurunan kasus TBC merupakan salah satu prioritas nasional dengan target pengurangan kasus hingga 50 persen dalam lima tahun.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah didorong meningkatkan penemuan kasus secara masif melalui skrining aktif berbasis wilayah. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan organisasi komunitas sekaligus meningkatkan jumlah kader lokal yang berperan dalam menemukan dan mendampingi masyarakat yang berpotensi terjangkit TBC.

Selain penguatan pelacakan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan juga diminta memperkuat kemitraan dengan dokter praktik mandiri, klinik swasta, dan rumah sakit swasta.

Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem pelaporan satu pintu sehingga data kasus TBC dapat tercatat secara lebih terintegrasi dan akurat.

Pemerintah juga mendorong implementasi kegiatan X-Ray Voucher bagi terduga TBC yang ditemukan melalui proses skrining. Melalui program tersebut, terduga TBC dapat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan rontgen di Klinik Syifa Kasih Medical Center, Pasar Tanjung Bintang, secara gratis.

Penguatan sistem digital, peningkatan penemuan kasus, perluasan jejaring pelayanan kesehatan, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanggulangan TBC di Lampung Selatan.

Pemprov Lampung berharap kolaborasi lintas sektor tersebut mampu meningkatkan deteksi dini, mempercepat penanganan pasien, serta mendukung tercapainya target eliminasi TBC di Provinsi Lampung.***