Gunungkidul Akan Lakukan PSU di 2 TPS Ini, Inilah Alasannya

Gunungkidul Akan Lakukan PSU di 2 TPS Ini, Inilah Alasannya

April 25, 2019 Off By Redaksi Mentari News

Mentari News – Wonosari (25/04), Karena nila setitik maka rusaklah susu sebelangga, mungkin pepatah ini yang cocok dalam pelaksanaan rangkaian pemilu di setidaknya 2 tps ini. TPS di Kecamatan Gedangsari dan TPS di Kecamatan Panggang.

Mengapa Bawaslu Kabupaten Gunungkidul merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jawabannya adalag PSU terpaksa dilakukan karena ada satu orang yang bukan warga Gunungkidul dan tidak terdaftar di DPT diizinkan oleh KPPS mencoblos di kedua tempat yaitu TPS di Desa Girisekar Kecamatan Panggang dan TPS di Desa Tegalrejo Kecamatan Gedangsari.

Alasan inilah yang diungkapkan oleh Rosita, Divisi Hubungan Masyarakat dan lembaga dalam press conference yang diadakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Gunungkidul (Rabu, 24/4). Rosita yang didampingi Sudarmanto, Divisi penindadkaan pelanggaran dan Rini Iswandari, Divisi Sumberdaya Manusia dan organisasi mengungkapkan Pemungutan Suara Ulang ini akan dilaksanakan pada Sabtu mendatang (27/04).

“Untuk PSU, Nantinya PSU hanya akan dilakukan untuk pemungutan suara Pemilihan Presiden,” kata Rosita

PSU ini dilakukan atas rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul. PSU akan dilakukan di TPS 18 Desa Girisekar, Kecamatan Panggang dan TPS 16 Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari.

Berdasarkan temuan di Desa Tegalrejo oleh tim Bawaslu Gunungkidul, Rini Iswandiri menjelaskan kesalahan terjadi karena petugas KPPS memperbolehkan pemilih menggunakan e-KTP dari luar daerah melakukan pencoblosan, di saat waktu istirahat yang disepakati bersama antara KPPS, para saksi peserta pemilu, dan pengawas TPS di Desa Tegalrejo. “Pengawas kita di TPS tersebut dilimpeke oleh KPPS, karena waktu kejadiannya pas waktu istirahat kesepakatan bersama”, jelas rini di Kantor Bawaslu Gunungkidul.

Hal tersebut dianggap bertentangan dengan aturan penggunaan e-KTP yang hanya bisa digunakan untuk warga di TPS sesuai dengan alamat domisili tertera dalam kartu identitas tersebut. Saat ini proses tahapanya untuk melakukan PSU di dua TPS tersebut, pihaknya melakukan koordinasi dengan KPU RI untuk penyediaan logistik pemilihan ulang di dua TPS.

Diperkirakan, besok (25/04) ini, logistik Pemilu sudah datang. “Kami mengajukan logistik surat suara untuk pemilihan ulang di dua TPS kurang dari 500 lembar surat suara,” ujarnya. Ia berharap, PSU yang dilakukan di kedua TPS tersebut, masyarakat masih antusias, minimal masih sama dengan pemilihan kemarin,” pungkasnya. (imuhar)