Inilah Muslim Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa Selama Ramadhan

Inilah Muslim Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa Selama Ramadhan

Mei 6, 2019 Off By Redaksi Mentari News

Mentari News – Bulan Ramadhan memang merupakan waktu yang sangat spesial, kegiatan positif kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan dosa-dosa kita akan terampuni oleh Allah SWT jika kita bersungguh sungguh minta maaf.

Kita sudah paham bahwa selama Bulan Ramadhan, seorang Muslim mempunyai kewajiban melaksanakan Puasa. Wajib di sini jika kita tidak melaksanakan akan mendapatkan dosa yang tidak dapat terhitung.

Pada postingan kali ini, redaksi Mentari News akan mencoba memaparkan bahwa seorang Muslim tidak wajib melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan. Justru diantaranya, malah berdosa jika tetap berpuasa.

1. Seorang Ibu Yang Sedang Haid

Allah SWT memberikan keistimewaan kepada seorang wanita / muslimah. Selain dengan ridho seorang wanita/muslimah merupakan salah satu pintu surga-Nya juga membuat keistimewaan lain. Yakni jika seorang Muslimah sedang haid (menstruasi), mendapatkan keringanan oleh Allah SWT untuk tidak berpuasa walaupun ia tetap mampu melaksanakan Ibadah Puasa. Justru jika ia memaksa untuk tetap melaksanakan puasa akan berdosa. Sebagai penggantinya tidak berpuasa, seorang wanita ini diwajibkan mengganti puasa di Bulan Ramadhan.

2. Ibu Yang Sedang Hamil / Menyusui

Sama dengan halnya seorang wanita (muslimah-red) sedang haid (menstruasi), seorang ibu menyusui boleh tidak melaksanakan puasa, karena Allah SWT memuliakan seorang wanita. Agar proses menyusui ke anaknya lebih maksimal, maka diperbolehkan wanita (muslimah) ini tidak melaksanakan berpuasa dan tidak perlu mengganti puasa di luar Bulan Ramadhan. Akan tetapi sebagai gantinya adalah memberikan fidyah. Fidyah merupakan usaha memberikan makanan ke yang membutuhkan, sesuai dengan hari yang ditinggalkan untuk tidak berpuasa.

3. Anak Kecil yang Belum Baligh

Anak-anak di sini merupakan seorang muslim yang berusia kurang dari 7 tahun atau yang belum baligh. Kita sudah tau dan paham, seorang yang baligh itu berdasarkan apa saja berarti redaksi tidak perlu menjelaskan secara rinci perihal tentang baligh. Nah seorang anak-anak tidak diwajibkan berpuasa selama Bulan Ramadhan, akan tetapi dianjurkan untuk dilatih untuk berpuasa sesuai dengan kemampuan anak itu. Asalkan kita latih dengan adanya progres sesuai dengan tingkatan usianya.

4.Seorang Muslim/ah yang Sedang Berpergian

Seorang muslim atau muslimah untuk yang sedang melaksanakan kegiatan shafar (berpergian), boleh tidak melaksanakan puasa Ramadhan selama dia tidak mampu melaksanakannya. Ada kalangan ulama’ yang menyebutkan memperbolehkan tidak puasa dengan berdasarkan jarak tertentu (hitungan km). Akan tetapi jika kita akan mencontoh Rasulullah yang pernah tidak melaksanakan Puasa Ramadhan karena berdasarkan berat atau tidaknya perjalanannya. Perlu kita ketahui, di jaman Rasullah merupakan tanah padang pasir yang panas, terik, dan belum ada kendaraan canggih seperti di zaman kita. Ambil contoh jika kita akan ke Jakarta dari Wonosari Gunungkidul.

Berdasarkan google map jarak antara Wonosari Gunungkidul ke Jakarta sekira 573 km, ini kita dapat tidak berpuasa jika kita ke Jakarta menggunakan kendaraan mobil dan kita tidak mampu berpuasa, karena memang waktu yang kita tempuh jika menggunakan jalan darat akan memakan waktu sekira 12 jam (kecuali macet). Lain halnya jika kita ke Jakarta dari Wonosari Gunungkidul, menggunakan jalur udara (pesawat). Ini tetap boleh melaksanakan puasa Ramadhan, karena hanya membutuhkan waktu sekira 2 jam saja dari Wonosari. Dengan perhitungan, Wonosari ke Bandara Adi Sutjipto sekira 1 jam ditambah ke Jakarta via pesawat sekira 45 menit. Ini yang dinamakan rukhsoh. Untuk penggantinya adalah diwajibkan mengganti berpuasa di luar Bulan Ramadhan.

Ditulis oleh: Mas Imuhar – berdasarkan intisari materi kultum Sholat Subuh yang disampaikan oleh H. Andar Jumailan di Mushola Asy Syifa’ Kepek II Wonosari Gunungkidul.