Jadi Pemimpin Janganlah Ingin Disambut Dengan Meriah, Contohlah Rasulullah

Jadi Pemimpin Janganlah Ingin Disambut Dengan Meriah, Contohlah Rasulullah

Juli 24, 2019 Off By Redaksi Mentari News

MENTARI NEWS – Kisah ini bermula saat para Muslimin dan Muslimat terusir dari Makkah, untuk hijrah ke Madinah. Setelah para Muslimin dan Muslimat sudah sampai ke Madinah terlebih dahulu, maka Rasulullah dan Abu Bakar segera melakukan hijrah ke Madinah.

Di saat para Muslimin di Yatsrib sudah mendengar bahwa Rasulullah telah meninggalkan Makkah, maka mereka menanti-nanti dan berharap-harap kedatangan beliau. Bahkan beberapa dari mereka pergi ke Quba, suatu kampung yang letaknya beberapa mil dari Yatsrib untuk menyambut Rasulullah.

Setiap pagi mereka pergi bersama-sama ke tempat itu. Jika sampai siang Rasulullah belum datang, mereka pergi dan berteduh sebentar di tempat lain. Ketika petang tiba, dan Rasulullah belum juga tiba, mereka pulang ke Yatsrib. Begitu terus setiap hari. Rasulullah dan rombongan memang masih agak jauh dari Yatsrib.

Gb. Masjid Quba masjid Pertama yang dibangun Muslimin yang Rasulullah ikut menjadi 'tukangnya'

Gb. Masjid Quba masjid Pertama yang dibangun Muslimin yang Rasulullah ikut menjadi ‘tukangnya

Suatu hari ketika panas matahari tengah begitu terik, Rasulullah tiba di Quba. Saat itu, penduduk Quba juga sudah banyak yang memeluk Islam. Mereka juga tengah menanti-nanti kedatangan Rasulullah.

Namun, tidak seorang pun yang sudah mengenal wajah Rasulullah dan Abu Bakar. Oleh sebab itu, ketika beliau dan Abu Bakar berteduh di bawah pohon kurma, tidak seorang pun yang datang menyambut. Sampai akhirnya, lewatlah seorang Yahudi yang mengetahui Rasulullah dan Abu Bakar yang tengah berteduh itu. Yahudi itu segera naik ke tempat yang tinggi dan berteriak sekeras-kerasnya “Hai orang-orang Arab! Itulah orang yang kamu harap-harap dan kamu nanti-nanti kedatangannya! Ia telah berada di sini! Ia telah datang!”

Demikian teriak orang Yahudi itu berulang-ulang. Orang-orang Quba datang berduyun-duyun ke tempat Rasulullah berteduh. Ketika tiba, mereka memberi hormat kepada Abu Bakar. Melihat itu, Abu Bakar segera membuka selendangnya dan meneduhi Rasulullah. Barulah orang-orang sadar bahwa mereka telah salah menyalami orang.

Orang-orang meminta Rasulullah beristirahat selama beberapa hari di Quba. Rasulullah pun mengabulkan permintaan itu. Beliau tinggal di rumah seorang sahabat Anshar bernama Kaltsum bin Hadam.

Banyak penduduk Muslim Yatsrib yang belum melihat Nabi Muhammad. Kerinduan akan sosok Rasulullah melambung saat menanti kedatangan beliau. Mereka ingin bertemu laki-laki yang telah menderita jiwa dan raga dalam berjuang, terusir dari kampung halaman, tetapi tetap bersemangat, percaya diri, kokoh, berhati tulus, dan terus berdakwah, tanpa pernah berhenti.