Jalan Baru Ke Embung Sriten Nglipar Dihantam Siklon Veronica

Jalan Baru Ke Embung Sriten Nglipar Dihantam Siklon Veronica

Maret 27, 2019 Off By Redaksi Mentari News

Mentari News – Nglipar (27/03), Belum lama digelar acara peresmian oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah 05 Maret yang lali terhadap akses jalan menuju Embung Batara Sriten.

Tiba-tiba, tanpa hentinya hujan yang turun pada tanggal 17 Maret 2019 lalu di seluruh perairan Jawa ini, termasuk di Kabupaten Gunungkidul, mengakibatkan akses jalan menuju Embung Batara Sriten itu pun rusak dan tertutup longsor. Siklon Veronica-lah penyebabnya.

Hasil kegiatan pembangunan jalan Pilangrejo – Sriten yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2018, dan dibangun dengan anggaran APBD Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp. 6.885.789.000,00, sepanjang 5,1 km dengan lebar 4 m ini pun tak terhindarkan dari hantaman dampak Siklon Veronica di perairan Jawa bagian selatan yang dahsyat. Kecamatan Gedangsari memang termasuk Kecamatan yang parah terdampak cuaca akibat Siklon Veronica. Dan Sriten masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Gedangsari yang memang rawan longsor.

Sejak awal, perencanaan kostruksi jalan ini memang telah memperhitungkan resiko konstruktif ekstrim yang mungkin terjadi di wilayah ini. Hal demikian dapat diperhatikan dari pilihan kontruksi yang digunakan untuk membangun jalan ini. Konstruksi yang digunakan pada jalan ini merupakan perkerasan kaku (rigid pavement) mengingat kondisi kontur tanah dan beda elevasi yang cukup ekstrim. Mutu beton yang digunakan adalah fc’ = 20 Mpa dengan tebal 20 cm. Dibandingkan dengan konstruksi lainnya, konstruksi ini termasuk yang sangat rigid dan kuat. Namun konstruksi sekuat apa pun tak akan dapat melawan kekuatan alam yang tengah mengamuk. Mungkin belum lepas dari ingatan pembaca terjangan Badai Cempaka bulan April tahun lalu. Sebuah anomali dalam kesejarahan bencana di Kabupaten Gunungkidul.

Oleh karena itu, sebagai wujud ketanggapan Dinas, perbaikan pun segera dilaksanakan. Perbaikan-perbaikan pun terus dilakukan  pasca dampak siklon dengan tanpa mengabaikan kemungkinan terjadinya kerusakan susulan, mengingat cuaca yang hingga kini belum juga bersahabat. Semoga bencana tidak menjadi sebuah alasan patah semangat pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Gunungkidul. (dpugk)