Khofifah Tetap Bantah Beri Rekomendasi ke Romahurmuziy

Khofifah Tetap Bantah Beri Rekomendasi ke Romahurmuziy

Maret 24, 2019 Off By Redaksi Mentari News

Mentari News – Pernyataan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang mengaku mendapatkan rekomendasi dari KH Asep Saifuddin Chalim (pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah) dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menuai bantahan.

Setelah KH Asep menyatakan tidak pernah memberikan rekomendasi, hal yang sama disampaikan Khofifah.

Usai menghadiri HUT Dekranasda Jatim ke-39 di gedung negara Grahadi, Khofifah menegaskan tidak pernah memberikan rekomendasi apapun atas rekrutmen Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim. “Silakan tanya ke Mas Rommy (Romahurmuziy), karena saya juga kaget, rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan? Sebaiknya teman-teman (wartawan) konfirmasi ke Mas Rommy,” kata Khofifah, Sabtu (23/3).

Khofifah mengungkapkan terakhir bertemu Rommy ketika pelantikan gubernur 13 Februari 2019 lalu di Istana Merdeka. Saat itu, lanjutnya, Rommy memberikan ucapan selamat kepadanya. Khofifah menyatakan menanggapi ucapan itu dengan ucapan terima kasih dan minta doa restu.

“Kalau dia bilang selamat, ya saya bilang nyuwun pangestu. Banyak yang memberikan selamat. Semua pasti saya bilang matur nuwun, terima kasih,” ujarnya.

Sementara itu, Harris Hasanudin, kepala Kanwil Kemenag Jatim disebut-sebut memiliki hubungan baik dengan Khofifah. Sebab, Harris menantu Roziqi, mantan Kepala Kanwil Kemenag Jatim dan juga ketua tim sukses pemenangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018.

Menanggapi hal ini, Khofifah tetap menegaskan dirinya tidak memberikan rekomendasi apa pun. “Iya, saya tahunya belakangan (bahwa Harris Hasanudin menantunya Roziqi). Anak ya anak. Mantu ya mantu. Itu bersifat in personal,” terangnya. Apalagi, tambah Khofifah, seleksi untuk jabatan Kanwil kemenag Jatim dilaksanakan secara terbuka. “Kalau tidak memenuhi kualifikasi, kan tidak bisa ikut seleksi terbuka. Panselnya juga dari lintas bidang. Bisakah kita membedakan antara seleksi terbuka dengan hubungan kekerabatan?” jelas ketua umum PP Muslimat NU ini.

Mengenai proses seleksinya itu sendiri, Khofifah menyatakan tidak bisa memberikan penjelasan karena panitia seleksi bukan berada dalam kewenangannya. “Kalau golongannya tidak nutut kan juga nggak bisa juga. Panselnya juga lintas. Kalau yang seperti itu, tanyanya ke Kemenag. Karena saya tidak pada posisi bisa memberikan penjelasan,” jabarnya kemudian.

Ditanya apakah siap memberikan keterangan di KPK, Khofifah menyatakan siap memberikan klarifikasi. Menurutnya, semua pihak harus memberikan support. Dikatakan pula, apa yang dilakukan KPK adalah membangun kepercayaan masyarakat. Sedangkan Provinsi jatim juga berkomitmen membangun pemerintahan yang bersih.

“Dipastikan tidak boleh ada jual beli jabatan. Saya kira kita akan support itu. Saya siap memberikan klarifikasi ke KPK,” jawabnya.

Namun, untuk mengkomplain dan melaporkan pernyataan Rommy, Khofifah tidak akan melakukannya. “Ini kan sudah dalam proses KPK. Kami menghormati proses itu. Serahkan saja pada proses hukum yang berjalan di KPK,” jelasnya. (surabayainside)