Mahasiswa Mulai Bergerak, 2 Lagu Ini Yang Sering Didendangkan

Mahasiswa Mulai Bergerak, 2 Lagu Ini Yang Sering Didendangkan

September 24, 2019 Off By Redaksi Mentari News

MENTARI NEWS – Yogyakarta (24/09), Sekian lama Mahasiswa Indonesia sudah tidak terdengar ‘aumannya’, sudah lama mahasiswa tidak turun di jalan. Kini Mahasiswa Indonesia mulai kembali turun di jalan dikarenakan kondisi Bangsa Indonesia kita semakin tidak karuan. Mulai dari Mahasiswa Jogja dengan tagline #GejayanMemanggil, Mahasiswa Purwokerto, Mahasiswa Makassar, Mahasiswa Jakarta, dan mahasiswa daerah lain di Indonesia.

Sering sekali para Mahasiswa Indonesia agar menjaga semangat tetap berkobar mendendangkan lagu perjuangan ‘ala mahasiswa’, khususnya saat para mahasiswa terjun di lapangan untuk menyuarakan suara rakyat Indonesia.

Apa saja lagu perjuangan ‘ala mahasiswa’ yang sering didendangkan? Inilah dua lagu perjuangan yang sering didengkan para Mahasiswa Indonesia.

1. Darah Juang

Siapa yang tidak mengenal lagu satu perjuangan ‘ala mahasiswa’ yang berjudul Darah Juang ini? Tentu para mahasiswa baik mahasiswa jaman now dan ‘mantan’ mahasiswa tentu tidak asing dengan lagu ini, bahkan pasti sudah hafal.

Lagu Darah juang yang mulai didendangkan para aktivis mahasiswa era tahun 1990an, diciptakan oleh John Tobing. Lagu ini lahir dari seorang musisi John Tobing, saat masih aktif di dunia aktivis mahasiswa tahun 1990 an. Alumni Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1994.

Lirik Darah Juang:

Disini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Negeri kami subur tuhan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
‘Tuk bebaskan rakyat
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti

2. Buruh Tani

Lagu perjuangan mahasiswa berikutnya adalah Buruh Tani. Lagu yang nomer dua ngetrend di kalangan Mahasiswa Indonesia didendangkan saat turun jalan. Lagu ini selalu dinyanyikan di setiap aksi-aksi demonstrasi hingga saat tulisan ini dibuat. Diciptakan pada tahun 1996 dan mulai booming pada tahun 1997.

Lagu Buruh Tani ini penciptanya bernama Safi’i Kemamang. Seorang pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 5 Juni 1976. Berdasarkan berbagai sunber, Safi’i mengatakan bahwa judul lagu tersebut sebenarnya bukan “Buruh Tani”, melainkan “Pembebasan”. Saat lagu ini dibuat, Safi’i tergabung dengan PRD (Partai Rakyat Demokratik) di provinsi Jawa Timur, itu masih bergerak di bawah tanah.

Lirik Lagu Buruh Tani / Pembebasan

Buruh, tani, mahasiwa, kaum miskin kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia
Hari-hari esok adalah milik kita
Terbebasnya masyarakat pekerja
Terwujudnya tatanan masyarakat
Demokrasi sepenuhnya

Sumber: Diambil dari berbagai sumber.