Masih Ada Pakai Seragam Pramuka, Ketua Kwarda HW Malang Pertanyakan Kepedulian Sekolah Muhammadiyah Ke Persyarikatan

Masih Ada Pakai Seragam Pramuka, Ketua Kwarda HW Malang Pertanyakan Kepedulian Sekolah Muhammadiyah Ke Persyarikatan

Oktober 20, 2019 Off By Redaksi Mentari News

MENTARI NEWS – Sengkaling (20/10), Di balik suksesnya acara Kemah Silaturahmi Hizbul Wathan Kwarda Kota Malang, ternyata menyisakan sedikit rasa kecewa. Ketua Kwarda Kota Malang, Masrudi ungkapkan rasa kecewa tersebut bahwa masih ada sekolah yang belum memakai seragam pandu Hizbul Wathan atau HW.

“Bagaimana kami tidak kecewa atau tersinggung ketika ada acara besar seperti ini, ada peserta belum memakai seragam pandu HW. Kami minta dukungan matahati untuk menyampaikan kepada majelis dikdasmen tentang hal ini,” kesal Masrudi, kemarin.a

Masrudi lantas meminta kepada Majelis Dikdasmen yang mengelola masalah pendidikan, karena hidup matinya HW ini berada di sekolah muhammadiyah. Kondisi tersebut berbeda dengan HW jaman dulu yang berada di ranting dan cabang. “Sangat miris sekali kalau misalkan sekolah muhammadiyah mendua tidak punya loyalitas dalam kepanduan, sementara tokoh HW berusaha mengenalkan HW di kepanduan lain,” ujar guru SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang ini.

Menurut Masrudi, kurikulum HW Kwarda Kota Malang sangat bagus dibandingkan kepanduan lain. Berdasarkan hal ini apresiasinya memerlukan dukungan dari pihak berwenang seperti majelis dikdasmen. Meski begitu, Masrudi tetap berusaha mengenalkan HW di sekolah muhammadiyah dan di luar sekolah muhammadiyah khususnya masyarakat luas. Termasuk acara Kemah Silaturahmi ini, secara umum bertujuan menunjukkan kepada publik bahwa HW di Kota Malang masih eksis.

Ironis sekali, sesal Masrudi, satu sisi kwarda berusaha eksistensi HW diakui publik, sementara di sekolah muhammadiyah sendiri sebagai basis pengkaderan HW justru ketika diundang untuk acara HW tidak mengirimkan pesertanya. “Memang ada sekolah tidak hadir namun izin kepada kami. Tapi banyak juga sekolah yang tidak izin, padahal ini adalah syiar loyalitas kepada muhammadiyah,” akunya.

Buktinya? Masrudi menyebutkan dari 21 sekolah lingkup majelis dikdasmen Kota Malang, hanya 12 sekolah yang mengikuti Kemah Silaturahmi.

Diantaranya, SMPM 1, SD Aisyiyah, SDM 3, SDM 4, SMPM 2, SMPM 3, SMPM 4, MTsM 1, MTsM 2, SMAM 1, dan MAM 2. “Sekolah yang tidak hadir ini loyalitasnya terhadap persyarikatan perlu dipertanyakan,” tegasnya.

Program ke depan? Masrudi setelah Kemah Silaturahmi ini, segera konsolidasi pembina HW di sekolah-sekolah dan latihan gabungan. Agar peristiwa serupa tidak terulang lagi. (matahatidotcom)