Millenial Harus kuasai Pasar Modal Syariah

Millenial Harus kuasai Pasar Modal Syariah

September 16, 2019 Off By Redaksi Mentari News

MENTARI NEWSPemalang (16/09), saatnya anak muda menguasai ekonomi syariah, sekarang sudah mulai trend antara lain wisata syariah, hotel syariah, baju pengantin syariah, bisnis online syariah.

Jangan hanya termenung dan diam saja melihat banyak orang luar yang berinvestasi menanam modalnya di sini. Hal ini disampaikan oleh Dra.Hj. Amiroh M.Ag dalam acara Seminar Pasar Modal Syariah di aula STIT Pemalang, jumat (13/09).

Bersahabatlah dengan hidup bersyariah, tidak harus gembar-gembor syariah dengan bendera masing-masing tetapi laksanakan secara nyata dengan sendirinya syariah. Generasi muda harus bisa ikut memasarkan syariah. Apabila NU dan Muhammadiyah bisa bersatu dalam membangun ekonomi syariah maka akan menjadi kekuatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs.H Tobaroni bahwa kita sampai hari ini hanya sebagai konsumen bukan sebagai pemain atau pelaku pasar modal. Ada indofood, telkomsel, garuda indonesia,sidomuncul dan masih banyak lagi. Oleh karena itu kita harus bisa investasi menanam modal melalui bursa efek indonesia. Fungsi dari bursa efek indonesia adalah menyampaikan informasi baik cara yang benar berinvestasi.

Banyak masyarakat tertipu atau tergiur investasi dengan hasil yang besar, contohnya koperasi pandawa berapa orang yang tertipu berinvestasi, dan belum lama adalah biro travel umroh yang menggiurkan harga murah. Harapannya dengan kegiatan seminar pasar modal syariah masyarakat akan paham cara berinvestasi yang benar, ungkap Drs.Tobaroni yang juga sebagai Anggota PBNU bidang dakwah.

Heriyanto S.sos selaku Sekretaris Yayasan LP2SDK bahwa STIT Pemalang selalu mengadakan seminar dengan menghadirkan pembicara nasional maupun lokal. Sebelumnya seminar pra nikah, dan hari ini seminar pasar modal syariah yang bekerjasama antara STIT Pemalang dengan PDN Pendidikan Dai Nusantaraqq. Kegiatan Seminar Pasar Modal Syariah menghadirkan narasumber Bursa Efek Indonesia cabang jawatengah dan peserta yang mengikuti Mahasiswa, Guru, dan Masyarakat. (RedG/KH)