Muhammadiyah Adakan Silaturahmi & Workshop Pengendalian Tembakau Di Indonesia

Muhammadiyah Adakan Silaturahmi & Workshop Pengendalian Tembakau Di Indonesia

Maret 31, 2019 Off By Redaksi Mentari News

Mentari News – Yogyakarta (31/03), Muhammadiyah Control Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta adakan Silaturahmi dan Workshop bersama dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur beserta dengan Organisasi Otonom di lingkungan Muhammadiyah, serta jaringan Tobacco Control di Indonesia yang bertempat di Hotel Neo+ Awana Kota Yogyakarta.

Winny Setyonugroho, P.hD. selaku Ketua MTCC UMY dalam sambutannya menyampaikan berdasar Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menunjukan ada beberapa kenaikan angka prevalensi terhadap penyakit tidak menular (Non-Communicable Disease) seperti Kanker untuk usia ≥ 15 tahun 10,9% (2018) dari 7% (2013) dan Hipertensi untuk usia ≥ 18 tahun 43.1% (2018) dari angka 25.8% (2013) yang salah satunya karena perilaku merokok dan/atau paparan asapnya.

Tidak hanya itu meningkatnya proporsi konsumsi tembakau (hisap dan Kunyah) pada usia ≥ 15 tahun terjadi kenaikan sebagaimana yang ditunjukan oleh hasil Sirkernas tahun 2016 pada angka 32.8 naik menjadi 33.8 hasil Riskesdas tahun 2018, sejalan dengan itu terjadi kenaikan angka prevalensi merokok pada penduduk umur 10-18 tahun yaitu 7.2 (Riskesdas 2013), 8,8 (Sirkernas 2016) dan 9.1 (Riskesdas 2018), Ujar Beliau yang juga sebagai dosen Magister Manajemen Rumah Sakit UMY.

Hal tersebut dilaksanakan melihat semakin tingginya angka berdasarkan fatwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid tentang Hukum Merokok Nomor 6/SM/MTT/III/2010 yang lebih mempertegas bahwa merokok hukumnya haram. Setelah menelaah manfaat dan mudarat rokok, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah berkesimpulan bahwa merokok secara syariah Islam masuk dalam kategori haram. Keputusan ini diambil dalam halaqoh tentang Pengendalian Dampak Tembakau yang diselenggarakan Majelis Tarjih dan Tajdid.

Hadir pada kesempatan ini Ketua PP Muhammadiyah Prof. Yunahar Ilyas, L.C.,M.Ag. dalam sambutan dan amanatnya bahwa kewajiban untuk mengendalikan konsumsi produk tembakau atau rokok tersebut diatas tidak hanya ditujukan pada umat muslim khususnya warga Muhammadiyah saja, namun menjadi kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia.

Yunahar melanjutkan bahwa MTCC UMY sudah berkomitmen sejak dilahirkannya Fatwa Majelis Tarjih PP Muhammadiyah untuk menjadi aksentuator dari gerakan dakwah Muhammadiyah, khususnya dalam mengimplementasikan Fatwa tersebut, Pungkas beliau yang juga membidangi Majelis Tarjih dan Tajdid di PP Muhammadiyah.

Wajib hukumnya mengupayakan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya suatu kondisi hidup sehat yang merupakan hak setiap orang dan merupakan bagian dari tujuan syariah (maqasid asy-syari’ah). Setelah beliau usai memberikan amanat dilanjutkan dengan penandatanganan pernyataan secara bersama-sama yang intinya bahwa Indonesia darurat Kawasan Tanpa Rokok agar dapat melindungi generasi penerus bangsa dari paparan asap rokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik. Serta perlunya pelarangan iklan, reklame, promosi, display, dan sponshorship segala jenis produk rokok.

Wakil Ketua MTCC UMY Dianita Sugiyo, S.Kep.,Ns.,MHID di sela-sela acara menyampaikan bahwa untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat tersebut, maka harus diselenggarakan berbagai upaya kesehatan di mana salah satu upaya dimaksud adalah pengamanan Zat Adiktif yang diatur dalam Pasal 113 sampai dengan Pasal 116 dan Pasal 199 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dinyatakan bahwa Produk Tembakau merupakan Zat Adiktif, tegas beliau yang juga sebagai Dosen FKIK UMY.

Adapun rangkaian kegiatan ini selain adanya Workshop terkait teknik-teknik advokasi juga dilakukan analisis situasi terhadap Daerah masing-masing peserta yang hadir untuk melihat peluang dan juga tantangan untuk Kawasan Tanpa Rokok. Di akhir kegiatan juga dibahas rencana tindak lanjut untuk massifikasi KTR di Daerahnya, Ujar Resti Yulianti selaku Manajer Advokasi dan Implementasi MTCC UMY.