Polres Gunungkidul: 5 Tersangka Pengedar Narkoba Dari 2 Jaringan Berbeda Berhasil Dibekuk Polres Gunungkidul

Polres Gunungkidul: 5 Tersangka Pengedar Narkoba Dari 2 Jaringan Berbeda Berhasil Dibekuk Polres Gunungkidul

Maret 28, 2019 Off By Redaksi Mentari News

Mentari News – Wonosari (28/03), Satuan reserse Narkoba Polres Kabupaten Gunungkidul mengungkap kasus peredaran obat berbahaya di Gunungkidul.

Pada hari ini saat Polres Gunungkidul adakan press release dipaparkan sebanyak lima orang yang berasal dari dua tempat pengedar obat terlarang berhasil diamankan petugas. Dalam penangkapan ini disita setidaknya 5000 obat terlarang yang akan diedarkan. Terbongkarnya kedua jaringan ini menjadi sangat penting lantaran biasanya, komplotan pengedar ini menyasar para pelajar di Ponjong dan Ngawen sebagai konsumennya.

Kapolres Gunungkidul, Ahmad Fuady mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan PP,  pemuda warga Karangmojo sedang di Padukuhan Karangmojo 1, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo pada 19 Maret 2019. Penangkapan sendiri berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan pihak kepolisian beberapa waktu silam terkait dengan peredaran obat terlarang di kalangan kawula muda di Karangmojo.Dari hasil penyelidikan, PP diketahui menyalahgunakan obat berbahaya karena mengedarkan obat-obatan itu langsung kita lakukan penangkapan. Dari tangan PP kita mengamankan 70 butir pil berlogo Y,” ujar Fuady, Kamis (28/03).

Proses penangkapan Tersangka

Setelah penangkapan PP, pihak kepolisian kemudian melakukan pengembangan ke wilayah Yogyakarta, ini berdasarkan pengakuan PP, obat itu didapat dari seorang pemuda berinisial FN. FN berhasil kita tangkap di Jogoyudan, Gowongan, Jetis, Yogyakarta sekitar pukul 04.30 WIB. Dari tangan FN diperoleh 26 butir pil berlogo Y.

Diketahui, jaringan peredaran obat berbahaya itu cukup luas maka berdasarkan informasi FN bahwa mendapatkan obat itu dari OSD. Di hari  yang sama kepolisian kemudian menangkap OSD di Kragilan, Sidomulyo, Godean, Sleman dengan barang bukti 281 butir pil berlogo Y.

“Tiga orang ini merupakan satu jaringan yang selama ini mengedarkan obat terlarang di Gunungkidul,” ungkap Kapolres.

Kemudian Sabtu (23/03) Satres Narkoba Polres Gunungkidul berhasil mengungkap kasus peredaran pil jenis Tramadol di wilayah kecamatan Ponjong. Di sana, petugas menangkap DN di Jalan Semanu-Ponjong, tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong. Dari tangan DN petugas berhasil mengamankan 150 butir pil berlogo Y.

“Kita interogasi lebih lanjut, pil tersebut diperoleh dari DS, warga Sleman. Kita langsung menuju Sleman dan berhasil meringkus DN di Jogotirto, Brebah, Sleman. Dari tangan DN Petugas berhasil menyita 4380 butir pil,” terang Kapolres Gunungkidul.

Ditambahkan, atas pengungkapan kasus itu diharapkan dapat memutus rantai peredaran pil di Gunungkidul. Ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen yang sangat kuat dalam rangka pemberantasan narkoba khususnya di Gunungkidul. Kepada siapapun Kepada para tersangka akan sangkakan dengan pasal, 197 Jo Pasal 106 ayat 1 Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 UURI No. 36 Th 2009 tentang Kesehatan.

Banyak Diedarkan ke Pelajar Gunungkidul

Dari terungkapnya kasus peredaran obat berbahaya tersebut, petugas kepolisian mendapatkan informasi yang cukup memprihatinkan. Pasalnya, selama ini para pengedar obat terlarang yang beraksi di Gunungkidul sengaja menyasar kalangan remaja dan pelajar sebagai target pasar mereka. Hal itu lantaran para pelajar serta remaja dianggap lebih mudah terpengaruh dan mudah dijadikan konsumen.

Pengedar menyasar para remaja dan pelajar karena faktor harga dari obat yang tergolong murah. Untuk mendapatkan satu kaplet obat, dapat ditebusnya dengan harga Rp 30 sampai Rp 50 ribu saja.

Dampak Berbahayanya

Adapun dampak berbahaya dari obat-obatan itu menurut Tri Wibowo, Kasat Resnarkoba Polres Gunungkidul dapat berdampak pada kematian jika dikonsumsi secara terus menerus. Namun bujuk rayu dari para penjual tersebut membuat para target mereka tergiur dan tidak sempat berfikir kepada dampak yang akan didapatkan.

“Dampaknya halusinasi, bisa jadi pemarah, jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama akan berdampak kematian. Tetapi pengedar ini memngiming-imingi kalau pakai obat ini bisa lepas dari masalah dan juga juga lebih relaks,” sambung Tri.

Ia berharap, kepada para orang tua yang memiliki anak remaja untuk terus melakukan pendampingan dan pengawasan. Sebab, tanda-tanda anak yang menggunakan obat berbahaya dapat dideteksi. “Kalau suka begadang, sampai tidak tidur semalam itu patut dicurigai. Peran orang tua sangat kami harapkan untuk memutus mata rantai peredaran obat terlarang ini di Gunungkidul,” pungkas Tri Wibowo. (imuhar)