Salut !! Rektor UNY Sambangi Mahasiswanya Yang Ikut Aksi #GejayanMemanggil

Salut !! Rektor UNY Sambangi Mahasiswanya Yang Ikut Aksi #GejayanMemanggil

September 23, 2019 Off By Redaksi Mentari News

MENTARI NEWS – Yogyakarta (23/09), Sempat namanya dicatut oleh orang yang tidak diketahui siapa, dengan menggunakan nama di media sosial twitter, lantas Rektor UNY Sutrisna Wibawa mengklarifikasi di akun instagram pribadi miliknya.

Walaupun UNY tidak pernah menginstruksikan ataupun melarang mahasiswanya untuk aksi di momen #GejayanMemanggil, banyak mahasiswa UNY ikut berpartisipasi di lapangan.

Pun demikian rektor UNY, Sutrisna Wibawa sebagai kepala kampus UNY dan juga melihat UNY dapat dikatakan terletak di jantung Gejayan mau tidak mau UNY menjadi kampus yang terdampak secara khusus. Maka siang tadi Rektor UNY yang kelahiran Kabupaten Gunungkidul DIY terlihat sedang sidak mendadak di area berkumpulnya para mahasiswa UNY di seputaran jalan Colombo.

Seperti updatetan dari akun instagram @sutrisnawibawa:

Karena kaki sedikit pincang… sebab ada masalah pd lutut terlebih asam urat kambuh, lantas meminta salah satu staf untuk mengantar dg motor ke jalan Gejayan. Bukan karena so perhatian memantau ke Gejayan. Tapi karena punya dua tanggung jawab! Pertama, walau bagaimanapun, di antara ratusan mahasiswa yg ikut ke jalan itu ada anak2 saya, tanggung jawab saya, yang telah dititipkan para orang tuanya. Sehingga dalam diam, hati ini berdoa semoga aksi itu berjalan dengan damai. Mereka harapan para orang tuanya, yang dengan bermandi peluh, mengumpulkan rupiah dan membagi suap yang harusnya mereka makan demi menyekolahkan anaknya di sini. Jangan sampai terjadi sesuatu terhadap mereka. Terserah bagaimana pun tindakan dan kenyinyiran mereka selama ini. Maka dari halaman bank BNI saya memperhatikan mereka, Alhamdulillah pada taat aturan, tidak memakai atribut kampus, meski masih ada beberapa diantaranya yang melanggar, tapi mereka tetap tertib.

Kedua, UNY berada di pertigaan Gejayan – Colombo, titik kumpul aksi, didatangi dan dilewati oleh semua pihak yang ikut. Saya gak ingin diantara ratusan yang ikut itu ada oknum yang masuk ke kampus lantas mereka “iseng” terhadap fasilitas umum yang ada di kampus. Ingat #saveUKTMahasisawaUNY karena itu semua dibuat dari UKT mereka.

Saya pun cukup lama di Gejayan, hingga merasa aksi tersebut berjalan dengan damai dan tidak perlu dikhawatirkan. Tadi dari kejauhan saya tetap memperhatikan mereka. Malah tadi, beberapa di antaranya ada yang menydari kehadiran saya dan memanggil-manggil. Namun maaf saya tidak bisa melihatnya dengan jelas. Sebab meski sudah menggunakan kacamata, mata saya tidak normal, terlebih mata kiri, karena ada daging tumbuh hampir menutupi kornea, sehingga jika diperhatikan dengan jelas mata kiri saya terlihat seperti pampir. Uti berkali-kali menyuruh segera oprasi tapi waktu yang tidak sempat, karena jika oprasi, 1 minggu cuti dan gak bisa ngurus kampus, itu alasannya, tapi alasan utamanya…. Karena saya takut jarum… apalagi oprasi!

Terimakasih Rektor UNY telah memberikan suri tauladan berupa perhatian kepada rekan-rekan Mahasiswa UNY pada khususnya dan Mahasiswa Jogja pada umumnya. Walaupun UNY tidak membuat surat instuksi mahasiswa ikut bergabung dan tidak melarang untuk turun aksi, setidaknya engkau sudah memberikan perhatian dengan mendatangi mahasiswa UNY di sekitar Gejayan. (imuhar)