Skip to content
banner 970x250

Muhammad Alfariezie

Muhammad Alfariezie: Menanam Kritik, Harapan, dan Kemanusiaan di Ladang Puisi

Daerah|August 14, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Ada kecenderungan menarik dalam puisi-puisi Muhammad Alfariezie, penyair kelahiran Bandar

Puisi Muhammad Alfariezie Dinilai Bangun Refleksi Universal tentang Cinta, Waktu, dan Kehilangan

Daerah|July 10, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Puisi-puisi Muhammad Alfariezie menunjukkan karakter yang dalam pembacaan Juan Carlos

Kritikus Nilai Puisi Muhammad Alfariezie Lebih Mengandalkan Simbol daripada Narasi Personal

Daerah|July 9, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Meninjau puisi-puisi hebat penyair terpopuler 2026 ini akan lebih tepat

Kritik Sastra: Puisi Muhammad Alfariezie Hadirkan Simbol Alam, Spiritualitas, dan Sindiran Sosial

Daerah|July 8, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Muhammad Alfariezie melalui rangkaian puisi tahun 2025–2026 menghadirkan kecenderungan estetik

Puisi Politik Muhammad Alfariezie Dinilai Representasikan Kemarahan Publik terhadap Elite Lokal

Daerah|May 11, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Karya puisi Hakim Pembegalan Buat Wali Kota karya Muhammad Alfariezie

Bahasa Kasar, Kritik Tajam, Membongkar Makna “Hantam Goblok yang Kejam”

Daerah|April 29, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Puisi “Hantam Goblok yang Kejam” (2025) merupakan karya dari seorang

Membaca Ketimpangan Lewat Puisi: Telaah Karya Muhammad Alfariezie

Daerah|April 24, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Puisi Dengki Elit Politik menegaskan posisi Muhammad Alfariezie sebagai salah

Kritik Tajam Lewat Puisi, Alfariezie Soroti Jurang Janji dan Realita

Daerah|March 27, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Puisi “Program Masuk Surga” karya Muhammad Alfariezie menghadirkan kritik sosial-politik

Bahasa Sederhana, Makna Mendalam: Kritik Sosial dalam Puisi Modern

Daerah|February 16, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Dunia sastra kembali ramai oleh kemunculan suara muda yang tajam

Bandar Lampung dalam Puisi Kaleng Bir: Antara Pembangunan dan Ketimpangan

Daerah|January 19, 2026by Melda

MENTARI NEWS- Sebuah puisi menyebut Bandar Lampung bukan sebagai kota, melainkan kaleng

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • Next
Copyright Mentarinews.id
  • Terms of Service
  • Indeks Berita
Non AMP Version
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan & Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Sosial Budaya
  • Teknologi
  • Indeks Berita
  • Tentang Kami
  • Terms of Service
Exit mobile version