Wonosari Gunungkidul Jadi Ibukota Indonesia Baru, Muhammadiyah: Siap Menyambutnya, Jika Itu Fakta

Wonosari Gunungkidul Jadi Ibukota Indonesia Baru, Muhammadiyah: Siap Menyambutnya, Jika Itu Fakta

Agustus 18, 2019 Off By Redaksi Mentari News

MENTARI NEWS – Wonosari (18/08), Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gunungkidul, Drs. H. Ngadimin menyatakan Keluarga Besar Persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul siap menyambut Gunungkidul jika digadang menjadi ibukota Indonesia baru jika tidak jadi pindah ke Pulau Kalimantan.

Pernyataan ini sebagai tanggapan dari ucapan yang terlontar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dalam pidatonya saat upacara HUT ke-74 RI bersama kader PDIP se-DKI Jakarta di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8).

Seperti isi pidato yang redaksi kutip dari tribunnews, hasto mengatakan “Kalau tidak ada haluan negara, 2024 presidennya ganti tiba-tiba ibu kota dipindahkan ke Wonosari, Gunungkidul sana,” kata Hasto dalam amanatnya saat pimpin upacara HUT ke-74 RI di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).

“Keluara Besar Muhammadiyah Gunungkidul dengan berjumlah ratusan ribu yang terdiri puluhan ribu ketua beserta jamaah Masjid/Mushola Muhammadiyah, ribuan anggota Sekolah Muhammadiyah dari TK ABA hingga SMA/SMK Muhammadiyah, ribuan Pelajar Muhammadiyah ditambah 18 Pimpinan Cabang Muhammadiyah, 130 Pimpinan Ranting Muhammadiyah se Kabupaten Gunungkidul beserta seluruh Ortom Muhammadiyah yang ada di Gunungkidul yang terdiri Aisyiyah, IPM, IMM, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Kepanduan Hizbul Wathan, Pencak Silat Tapak Suci, siap menyambut Kabupaten Gunungkidul menjadi ibukota Indonesia yang baru, ungkap Drs. H. Ngadimin.

Ditambah kata H. Ngadimin Kabupaten Gunungkidul mempunyai historis perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang juga tidak kalah hebat, saat Ibukota Indonesia berada di Yogyakarta. Dengan dipimpin langsung Jenderal Soedirman, warga Gunungkidul beserta warga DIY dan Indonesia lainnya ikut berjuang di medan perang melawan Penjajah Belanda saat itu. Disamping itu Kabupatem Gunungkidul secara geografis cocok juga menjadi ibukota.

Jika dilihat dari sisi pertahanan, Gunungkidul cocok menjadi benteng strategis baik untuk Angkatan Udara, Laut, apalagi darat. Selain karena wilayah Gunungkidul mempunyai luas terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta karena masih mempunyai lahan luas ribuan hektar juga bisa minim budget pemindahan ibukota.

Ini karena Kabupaten Gunungkidul tak jauh dari dua bandara internasional yang sudah berdiri yakni Bandara Internasional Adisucipto dan NYIA Kulon Progo, pelabuhan yang secara lahan siap menjadi pelabuhan internasional, dengan benteng alaminya. (Redaksi)