MENTARI NEWS– Tim monitoring dan evaluasi (Monev) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kecamatan Banyumas turun langsung ke Pekon Nusawungu untuk meninjau progres capaian PBB, Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan ini menjadi langkah nyata pemerintah kecamatan dalam memastikan target pajak dapat tercapai sesuai rencana.
Tim Monev dipimpin oleh Zainuri, Kasi Pemerintahan Kecamatan Banyumas, didampingi enam anggota tim yang terdiri dari unsur kecamatan dan uspika, termasuk Babinsa, Babinkamtibmas, dan petugas Satpol PP. Kunjungan ini juga diikuti oleh kepala pekon dan perangkatnya untuk mempermudah koordinasi di lapangan.
Zainuri menjelaskan, berdasarkan data per 7 Oktober 2025, dari target PBB sebesar Rp72,664 juta, Pekon Nusawungu telah mencapai Rp53,582 juta atau sekitar 72,93 persen. Ia berharap, dalam waktu dekat capaian PBB bisa menyentuh angka 100 persen. “Kami terus mendorong agar seluruh wajib pajak memenuhi kewajibannya, sehingga pembangunan desa dan pelayanan publik bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pekon Nusawungu, Joko Supriyanto, memerintahkan Sekretaris Desa dan juru tulis untuk menyiapkan surat panggilan kepada warga yang belum membayar PBB. Joko menegaskan, jika warga tetap enggan membayar, kasusnya akan diserahkan langsung kepada tim Monev kecamatan untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut Joko, sebagian warga enggan membayar pajak tidak hanya terjadi tahun ini, tetapi sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Salah satu kendala yang ditemui adalah ketidaksesuaian data SPPT, seperti ukuran tanah yang tercatat lebih besar dari luas sebenarnya. “Ada warga yang menunggu ukuran tanahnya diperbaiki di SPPT sebelum membayar pajak. Tahun depan, kami pastikan SPPT sesuai ukuran yang benar,” jelasnya.
Dalam monev yang dimulai pukul 13.00 WIB, pekon menghadirkan kepala dusun dan para RT, karena merekalah yang bertugas melakukan penagihan PBB langsung ke warga. Kehadiran mereka memudahkan tim Monev untuk mengidentifikasi masalah di lapangan dan mencari solusi bersama. Proses ini sekaligus menjadi forum koordinasi untuk menyelesaikan kendala yang muncul selama penarikan pajak.
Zainuri menambahkan, kegiatan Monev ini tidak hanya sekadar memeriksa capaian angka PBB, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat pekon, kecamatan, dan masyarakat. “Kami ingin seluruh pihak memahami peran masing-masing dan berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan desa melalui kepatuhan membayar pajak,” katanya.
Hingga akhir kegiatan, tim Monev mencatat adanya beberapa kendala yang masih perlu penyelesaian teknis, namun optimisme tinggi tetap ditunjukkan oleh seluruh pihak agar target PBB Nusawungu dapat terpenuhi 100 persen pada akhir tahun.***













