MENTARI NEWS– Sambutan Ketua DPW Nasdem Lampung Herman HN dalam pelantikan pengurus DPD Partai Nasdem Kota Bandar Lampung di Gedung Wanita, Senin (22/12/2025), menjadi sorotan karena tidak menyebut nama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Acara pelantikan ini dihadiri sejumlah tokoh partai dan pejabat daerah, termasuk Wakil Wali Kota Deddy Amrullah yang hadir mewakili Eva Dwiana.
Dalam sambutannya, Herman HN memberikan kata penghormatan khusus kepada Wakil Wali Kota Bandar Lampung, namun tidak menyebut Eva Dwiana secara langsung. “Yang saya hormati, Waki Wali Kota Bandar Lampung yang pada hari ini diberi kesehatan bisa hadir di sini,” ujar Herman HN di hadapan hadirin. Ketidakhadiran Eva Dwiana dalam pelantikan menjadi perbincangan karena ia maju sebagai calon wali kota pada Pilkada 2024 dengan dukungan Partai Nasdem.
Ketua DPD Nasdem Bandar Lampung yang baru dilantik, Naldi Rinara, menjelaskan bahwa wali kota berhalangan hadir karena harus berada di Kemendagri pada pukul 14.00 WIB untuk menghadiri kegiatan resmi lain. “Tadi Bunda Eva menelpon, katanya beliau tidak bisa hadir karena jam 2 harus sudah di Kemendagri karena ada acara,” kata Naldi. Penjelasan ini diberikan untuk memastikan publik bahwa ketidakhadiran wali kota bukan karena sengketa internal partai, melainkan jadwal pekerjaan yang bersamaan.
Momen ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait hubungan antara kepengurusan DPD Nasdem Bandar Lampung dengan wali kota sebagai kader yang diusung partai. Kejadian ini juga menjadi perhatian media lokal, terutama karena Herman HN merupakan suami Eva Dwiana dan Ketua DPW Nasdem Lampung, sehingga setiap kata dan sikapnya dalam forum publik menjadi sorotan.
Hingga berita ini dirilis, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandar Lampung belum dapat memberikan klarifikasi terkait informasi yang disebutkan Naldi Rinara. “Belum tahu. Kalau tadi pagi ada di kantor,” ujar salah satu narasumber yang memilih identitasnya dirahasiakan. Keterangan ini menambah nuansa ketidakjelasan mengenai koordinasi antara wali kota dan partai pada acara tersebut.
Pengamat politik lokal menyebutkan bahwa situasi ini menyoroti pentingnya komunikasi yang transparan antara pemerintah daerah dan partai politik pengusung, terutama menjelang agenda politik dan pelaksanaan program pemerintah di kota. Ke depan, koordinasi yang lebih jelas antara wali kota, DPW, dan DPD Nasdem diharapkan dapat memperkuat sinergi tanpa menimbulkan spekulasi publik.***













