MENTARI NEWS– Achmad Hery Setiawan, SE., MM., kini resmi memimpin Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Lampung, salah satu unit strategis di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia. Pelantikan Achmad Hery Setiawan dilakukan langsung oleh Kepala BGN RI, Dadan Hindayana, bersamaan dengan sembilan pejabat baru lainnya, pada Rabu, 24 September 2025, di Jakarta.
Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berpengalaman, Hery Setiawan telah meniti karier panjang di berbagai posisi strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Utara. Beberapa posisi yang pernah dijabatnya antara lain di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), hingga Camat Buminabung dan Camat Bandarmataram. Pengalaman panjang tersebut membekalinya dengan pemahaman mendalam terkait pelayanan publik, manajemen pemerintahan, dan pengelolaan program pembangunan di tingkat daerah.
“Ini adalah amanah besar yang harus kami jalankan sebaik-baiknya. Kami siap mendukung program Presiden Republik Indonesia, khususnya terkait pemenuhan gizi masyarakat. Mohon doa dan dukungan agar pelaksanaan program dapat berjalan lancar dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Hery Setiawan.
Langkah awal Hery Setiawan di KPPG Provinsi Lampung telah terlihat, salah satunya melalui kunjungan bersama Wakil Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, ke berbagai sekolah di wilayah timur Lampung Tengah. Kunjungan ini bertujuan memastikan implementasi Program Makanan Bergizi (MBG) berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan. Menurutnya, pemantauan langsung di lapangan penting untuk menjamin kualitas pelayanan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sebagai kepala KPPG Lampung, Achmad Hery Setiawan akan memimpin pengelolaan operasional SPPG atau dapur gizi, memastikan penyediaan makanan bergizi, penyaluran makanan ke penerima manfaat seperti balita dan anak sekolah, serta melakukan pengawasan mutu pangan agar aman dan berkualitas. “Melalui deputi pemantauan dan pengawasan, kami wajibkan setiap SPPG memenuhi syarat dan ketentuan yang menjadi SOP. Ini bagian dari upaya pencegahan kejadian luar biasa terkait gizi,” jelasnya.
Hery Setiawan menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk gubernur, bupati/walikota, TNI, Polri, kejaksaan, serta dinas-dinas terkait, untuk membentuk satuan tugas bersama. Tujuannya agar program pemenuhan gizi nasional dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak maksimal bagi generasi mendatang. Dengan demikian, anak-anak di Lampung dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Selain fokus pada pemenuhan gizi, Hery Setiawan juga menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan program, termasuk penerapan teknologi digital dalam pemantauan SPPG, sistem pelaporan yang transparan, serta kolaborasi dengan akademisi dan lembaga penelitian untuk memastikan standar gizi selalu sesuai kebutuhan nutrisi. “Kami ingin program ini bukan hanya sekadar administratif, tetapi berdampak nyata dan bisa menjadi model bagi provinsi lain,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan Achmad Hery Setiawan, KPPG Provinsi Lampung diharapkan mampu menghadirkan transformasi positif dalam pelayanan gizi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup anak-anak, dan memperkuat ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat di Provinsi Lampung.***
