MENTARI NEWS- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kalianda memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana melalui pemanfaatan Early Warning System (EWS) yang terhubung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan.
Sistem tersebut dirancang untuk mempercepat penerimaan informasi, penyampaian peringatan, serta pelaksanaan evakuasi apabila terjadi gempa bumi maupun ancaman tsunami.
Informasi awal berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memantau aktivitas seismik serta kemungkinan terjadinya tsunami. Ketika terdeteksi potensi bahaya, BMKG menyampaikan peringatan kepada BPBD Kabupaten Lampung Selatan. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Lapas Kalianda melalui jalur komunikasi resmi yang telah ditetapkan.
Petugas Lapas Kalianda yang menerima informasi segera melakukan konfirmasi dan menilai tingkat risiko berdasarkan keterangan dari BPBD. Apabila situasi dinyatakan berpotensi membahayakan, pejabat atau petugas yang berwenang mengaktifkan prosedur kedaruratan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Peringatan kemudian disebarluaskan kepada petugas dan warga binaan melalui sirene, pengeras suara, radio komunikasi, serta perangkat komunikasi internal lainnya.
Petugas Lapas Kalianda memastikan pesan tersampaikan secara jelas ke seluruh blok dan area lapas, sekaligus memberikan instruksi mengenai langkah yang harus dilakukan.
Dalam kondisi yang mengharuskan evakuasi, warga binaan dan personel diarahkan menuju titik kumpul atau lokasi yang lebih aman melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan.
Pelaksanaan evakuasi dilakukan secara teratur dengan mempertimbangkan aspek keamanan, pengawasan, ketertiban, serta pembagian tanggung jawab setiap petugas.
Sesampainya di lokasi aman, petugas melakukan pemeriksaan dan pendataan untuk memastikan seluruh warga binaan serta personel telah keluar dari area berisiko.
Lapas Kalianda juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lampung Selatan dan mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan BMKG.
Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, Lapas Kalianda menyiapkan peta jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi, pembagian tugas personel, serta melaksanakan latihan tanggap darurat secara berkala.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan setiap petugas Lapas Kalianda memahami peran dan mampu bertindak cepat ketika terjadi bencana, khususnya gempa bumi maupun ancaman tsunami.***
