Bagaimana Mengutip Narasumber dan Sumber Data

banner 468x60

MENTARI NEWS- Dalam menulis artikel opini atau karya jurnalistik, mengutip narasumber dan sumber data dengan benar adalah hal penting. Kutipan yang tepat tidak hanya menambah bobot tulisan, tapi juga menunjukkan integritas penulis. Selain itu, pencantuman sumber yang akurat membantu pembaca mengecek kebenaran informasi yang disajikan.

Berikut panduan praktis cara mengutip narasumber dan sumber data:

banner 336x280

1. Kutip sesuai konteks
Pastikan kamu memahami maksud narasumber atau isi data sebelum mengutipnya. Jangan memotong pernyataan yang bisa mengubah makna. Jika perlu, gunakan kutipan langsung untuk menjaga akurasi.

Contoh kutipan langsung:
“Anak muda sekarang bukan tidak peduli politik, mereka hanya muak dengan sistem yang tidak berubah,” kata Dita, aktivis pemilu muda.

Contoh kutipan tidak langsung:
Menurut Dita, banyak anak muda bersikap apatis karena merasa sistem politik tidak memberikan perubahan nyata.

2. Sebutkan nama narasumber dan jabatannya
Identitas narasumber memberi kejelasan kepada pembaca tentang siapa yang berbicara dan apa kapasitasnya.

Contoh:
Menurut Dr. Aminuddin, pakar ekonomi dari Universitas Lampung, inflasi tinggi bukan hanya dipengaruhi harga pangan, tapi juga faktor global.

3. Gunakan data dari sumber terpercaya
Data harus diambil dari lembaga yang kredibel seperti Badan Pusat Statistik (BPS), kementerian, WHO, Bank Dunia, atau lembaga riset independen. Hindari menggunakan data dari akun media sosial tanpa validasi.

4. Cantumkan tahun atau waktu data
Data yang sudah terlalu lama bisa menyesatkan pembaca jika tidak dijelaskan konteks waktunya. Selalu sertakan tahun atau periode pengambilan data.

Contoh:
Menurut data BPS tahun 2024, tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 5,3 persen.

5. Gunakan tautan jika publikasi online
Jika kamu menulis untuk platform digital, sertakan tautan ke sumber aslinya (jika tersedia). Ini memudahkan pembaca memverifikasi dan memperluas wawasan.

6. Hindari mengutip dari sumber anonim kecuali terpaksa
Dalam jurnalistik, narasumber anonim hanya digunakan jika informasi sangat penting dan narasumber menghadapi risiko besar jika identitasnya diketahui. Jika mengutip anonim, berikan penjelasan alasannya.

Contoh:
Seorang pegawai kementerian yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa kebijakan tersebut belum siap diterapkan di lapangan.

7. Jika menggunakan angka statistik, beri konteks
Angka tanpa penjelasan bisa membingungkan. Jelaskan arti dan dampaknya.

Contoh:
Angka kemiskinan turun menjadi 9,4 persen pada 2024, terendah dalam lima tahun terakhir menurut laporan BPS.

Mengutip narasumber dan sumber data bukan hanya soal teknis, tapi juga bagian dari etika menulis. Dengan menyampaikan kutipan secara jujur dan mencantumkan sumber yang tepat, kamu membantu pembaca mendapat informasi yang benar dan membangun kepercayaan terhadap tulisanmu.***

banner 336x280