Banjir dan Erosi Terjang Desa Sukajaya Lempasing, Ribuan Warga dan Pengendara Terdampak

banner 468x60

MENTARI NEWS— Bencana alam berupa erosi dan banjir kembali melanda Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu 30 Agustus 2025. Kejadian ini menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan mengganggu akses jalan utama menuju Pasar Pelelangan Ikan (PPI) Lempasing serta kawasan wisata setempat. Hujan lebat sejak pagi menjadi pemicu utama terjadinya bencana ini.

Wahyu, warga setempat, menjelaskan bahwa erosi terjadi di Ruas Jalan RE. Martadinata – Lempasing, tepatnya di depan PPI Lempasing dan Villa Gardenia, Way Tataan, Bandar Lampung. “Selain banjir merendam rumah warga di Perum Sukajaya Darat, Perum Waway, dan Kampung Ario, luapan air juga menghambat akses di tanjakan Pematang Rinjing. Jalan provinsi lumpuh dan ribuan pengendara kesulitan melintas,” ujarnya.

banner 336x280

Erosi ini membawa material tanah dan bebatuan dari pegunungan setempat, yang mengalir deras ke ruas jalan. Tumpukan material yang terbawa air hujan menyempitkan jalur lalu lintas, sehingga kendaraan terpaksa antri panjang atau memilih putar balik. Dampak paling parah dirasakan oleh warga yang tinggal di kawasan terdampak banjir dan pengendara yang ingin menuju PPI Lempasing maupun objek wisata sekitar.

“Ini merupakan akses utama dan satu-satunya untuk warga dan pengunjung. Kami berharap ada penanganan segera dari pemerintah,” tambah Wahyu. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkab Pesawaran, Pemkot Bandar Lampung, dan Pemprov Lampung untuk mengatasi erosi pegunungan dan membangun sistem tata air yang baik. Ia juga mengingatkan bahwa lokasi ini kerap terdampak banjir saat hujan lebat, termasuk kejadian sebelumnya pada 27 Februari 2025.

Pantauan di lapangan menunjukkan, ratusan rumah warga di Perum Sukajaya Darat, Perum Waway, dan Kampung Ario terendam air setinggi 50 centimeter hingga satu meter. Warga tampak berjibaku membersihkan rumah masing-masing dari material tanah dan pasir yang terbawa banjir. Di ruas jalan provinsi depan rumah makan Kapau, masyarakat turut membantu pengendara yang terjebak akibat tumpukan material.

Erosi juga terlihat di depan Villa Gardenia, dekat Makam Kuburan China dan tugu perbatasan. Akses jalan wisata di Pesawaran lumpuh total, dengan ratusan kendaraan terjebak antrian panjang dan sebagian memilih putar balik. Kondisi ini memicu kepanikan ringan di kalangan pengendara dan warga sekitar.

Menanggapi bencana ini, tim gabungan dari Pemprov Lampung, Pemkab Pesawaran, Pemkot Bandar Lampung, serta TNI-Polri langsung diterjunkan. Mereka dibantu warga setempat membersihkan material tanah dan bebatuan menggunakan alat berat seperti ekskavator dan kendaraan dinas PU-PR serta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung. Upaya ini dilakukan untuk membuka kembali akses jalan utama dan meminimalkan dampak lebih luas dari banjir dan erosi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga berharap pemerintah segera menyiapkan solusi permanen agar bencana serupa tidak terulang, terutama menjelang musim hujan berikutnya. Pembangunan sistem pengendalian aliran air hujan dan penanganan erosi pegunungan dinilai menjadi langkah prioritas yang harus diambil.***

banner 336x280