Batin Wulan Pamerkan Kriya Lampung di Kriyanusa 2026, Bidik Pasar Global

banner 468x60

MENTARI NEWS- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Mirza atau yang akrab disapa Batin Wulan, terus mendorong peningkatan daya saing produk kriya Lampung agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan membawa beragam produk hasil karya perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Lampung dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (26/9/2026).

banner 336x280

Bagi Batin Wulan, keikutsertaan Lampung dalam Kriyanusa bukan sekadar kesempatan memamerkan produk daerah. Ajang tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi kriya Lampung, membangun jejaring usaha, sekaligus memperluas peluang pasar bagi para perajin dan pelaku UMKM.

“Kegiatan ini bukan hanya sebuah pameran, tetapi menjadi momentum untuk membawa karya kriya dari para perajin dan UMKM Provinsi Lampung agar dapat diperkenalkan lebih luas. Harapannya, melalui pameran ini kriya Lampung semakin dikenal dan mampu menembus kancah nasional maupun internasional,” ujar Batin Wulan.

Menurutnya, Lampung memiliki kekayaan kriya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga merepresentasikan identitas, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, pengembangan produk kriya perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan karakter daerah. Di saat yang sama, inovasi dan peningkatan kualitas juga diperlukan agar produk perajin mampu mengikuti perkembangan pasar.

“Kita ingin karya-karya perajin Lampung tidak hanya bagus secara produk, tetapi juga memiliki nilai dan cerita tentang Lampung. Identitas budaya ini harus tetap kita jaga, sambil terus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas,” katanya.

Batin Wulan menilai, perluasan akses pasar menjadi salah satu kunci agar sektor kriya dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Ketika produk perajin mampu menjangkau pasar yang lebih luas, peluang untuk meningkatkan produksi, pendapatan, dan keberlanjutan usaha juga semakin terbuka.

Untuk itu, Dekranasda Lampung akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat ekosistem kriya daerah. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, kreativitas dan desain, promosi, hingga perluasan akses pemasaran.

“Harapan kita tentu bukan hanya produk kita tampil di pameran. Setelah pameran ini, harus ada peluang yang lebih luas bagi para perajin untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Batin Wulan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung karya perajin lokal dengan mengenal, menggunakan, dan membeli produk kriya dalam negeri.

Menurutnya, dukungan masyarakat berperan penting dalam menjaga keberlanjutan usaha para perajin sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.

Pameran Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26–30 September 2026 dan dibuka langsung oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming. Pameran tersebut menghadirkan 410 stan di Hall A dan Hall B JICC yang menampilkan beragam karya kriya dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Selvi mengajak masyarakat memperkuat keberlanjutan usaha perajin dengan membeli dan menggunakan produk kriya lokal. Dukungan terhadap produk dalam negeri, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian keluarga dan daerah.

“Setiap kali kita membeli karya lokal, kita tidak sekadar membeli sebuah benda, tetapi kita juga ikut menjaga warisan dari nenek moyang kita, untuk menghidupkan tradisi serta menggerakkan roda ekonomi keluarga dan juga daerah,” kata Selvi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Sumatera Selatan ditetapkan sebagai Provinsi Ikon Kriyanusa 2026.

Pembukaan Kriyanusa 2026 turut dihadiri Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Ketua Panitia Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan, jajaran pengurus pusat Dekranas, serta pengurus Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui partisipasi dalam Kriyanusa 2026, Dekranasda Lampung berharap produk kriya daerah semakin dikenal, memiliki daya saing lebih kuat, dan memperoleh peluang pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, kekayaan budaya Lampung dapat terus dilestarikan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi para perajin dan pelaku UMKM.***

banner 336x280