Bupati Pringsewu: Nilai dan Ijazah Bawa Lulus, Kompetensi Bikin Mahasiswa Bertahan di Dunia Nyata

banner 468x60

MENTARI NEWS- Sebanyak 2.038 mahasiswa baru Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) resmi memulai perjalanan pendidikan tinggi melalui kegiatan Pengenalan Studi Universitas Aisyah Pringsewu (PASTI UAP) Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan tersebut dibuka Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas di lingkungan Universitas Aisyah Pringsewu, Selasa (18/8/2026). Dalam kesempatan itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun kompetensi, karakter, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja.

banner 336x280

Dari total 2.038 mahasiswa baru, sebanyak 1.319 mahasiswa reguler mengikuti kegiatan secara luring. Sementara 719 mahasiswa yang berasal dari program profesi, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan konversi mengikuti kegiatan secara daring.

PASTI UAP 2026 mengusung tema “Empowering Sustainable Futures: Akselerasi Generasi Transformatif Menuju Ekosistem Kampus Berdampak Berbasis Akhlakul Karimah.”

Tema tersebut menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, integritas, tanggung jawab, serta akhlak dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Rektor: Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Nilai dan Ijazah

Rektor UAP Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., M.A.N. mengatakan PASTI UAP menjadi awal perjalanan mahasiswa dalam mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun karakter dan kompetensi.

Ia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan nilai dan ijazah sebagai satu-satunya tujuan selama menjalani pendidikan tinggi.

“Jangan datang ke kampus hanya untuk mengejar nilai dan ijazah. Datanglah untuk menambah ilmu, membangun karakter, mengembangkan potensi, memperluas jejaring, menghasilkan karya, dan memberikan manfaat,” kata Sutrisno.

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya dapat dilihat dari indeks prestasi kumulatif (IPK). Karakter, kompetensi, integritas, serta kemampuan memberikan manfaat kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Sutrisno berharap mahasiswa yang memulai pendidikan pada tahun akademik 2026/2027 dapat tumbuh menjadi lulusan yang kompeten, mandiri, profesional, adaptif, dan berakhlakul karimah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu atas dukungan serta ruang kolaborasi dengan UAP dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia.

Bupati: Kompetensi Dunia Kerja Tak Cukup dari Bangku Kuliah

Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas mengatakan perubahan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan yang lebih luas, bukan hanya menguasai materi perkuliahan.

Menurut Riyanto, sejumlah keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa antara lain kemampuan berpikir kritis, adaptasi, kepemimpinan, berpikir kreatif, motivasi dan kesadaran diri, literasi teknologi, empati, kemauan belajar sepanjang hayat, manajemen talenta, serta orientasi pelayanan.

Kemampuan tersebut, kata dia, dapat dikelompokkan dalam dua ranah utama, yakni thinking skills dan work value. Keduanya harus dikembangkan secara beriringan.

“Materi kuliah akan membuatmu lulus dan meraih gelar. Namun berbagai kemampuan tadilah yang akan membuatmu bertahan, memimpin dan sukses di dunia nyata!” ujar Riyanto.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar di ruang kelas. Mahasiswa perlu turun langsung melihat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan ikut mencari solusi melalui gagasan maupun inovasi yang memberikan manfaat.

Mahasiswa Dikenalkan Program Pembangunan Daerah

Dalam sarasehan bersama mahasiswa baru, Riyanto turut memaparkan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Pringsewu.

Beberapa di antaranya yakni hilirisasi pangan lokal melalui mocaf, pembiayaan lampu jalan LED melalui skema KPBU, corporate farming, program magang ke Jepang, serta Si Prima sebagai bagian dari transformasi digital layanan publik.

Berbagai program tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai ruang kontribusi yang dapat diisi generasi muda melalui pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi.

Riyanto juga mengajak mahasiswa melihat berbagai persoalan di daerah, mulai dari pendidikan, pengangguran, kesehatan mental, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, infrastruktur, pelayanan kesehatan hingga berbagai persoalan sosial.

Dengan demikian, pendidikan tinggi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemakaian Jas Almamater Tandai Awal Perjalanan Mahasiswa

Pembukaan PASTI UAP 2026 dilanjutkan dengan prosesi pemakaian jas almamater secara simbolis oleh Bupati Pringsewu bersama Rektor UAP.

Prosesi tersebut menjadi tanda bergabungnya mahasiswa baru ke dalam keluarga besar UAP sekaligus simbol dimulainya perjalanan mereka sebagai mahasiswa.

Ketua Pelaksana PASTI UAP Tahun Akademik 2026/2027 Septika Yani Veronica, S.ST., Bdn., M.Tr.Keb. mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar dirancang untuk memperkenalkan lingkungan kampus.

“PASTI UAP kami harapkan menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, membangun kebersamaan, memahami kehidupan akademik, serta mempersiapkan diri untuk berkembang selama menempuh pendidikan di Universitas Aisyah Pringsewu,” ujar Septika.

Menurutnya, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk membantu mahasiswa membangun sikap mandiri, bertanggung jawab, adaptif, dan berintegritas.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik, tetapi juga memiliki kepedulian serta kompetensi untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

2.038 Mahasiswa Memulai Perjalanan Akademik

Pembukaan PASTI UAP 2026 menjadi awal perjalanan bagi 2.038 mahasiswa baru yang kini memasuki lingkungan pendidikan tinggi di Universitas Aisyah Pringsewu.

Pesan yang disampaikan kampus dan pemerintah daerah memiliki titik temu pada pentingnya penguatan kompetensi dan karakter mahasiswa.

Di tengah perubahan dunia kerja serta semakin kompleksnya persoalan masyarakat, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir, menguasai teknologi, membangun integritas, mampu beradaptasi, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.

PASTI UAP 2026 pun menjadi pintu awal bagi ribuan mahasiswa baru untuk tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah.***(Wid)

banner 336x280