Bupati Pringsewu Pimpin Upacara HAB Kemenag Ke-80

banner 468x60

MENTARI — Pemerintah Kabupaten Pringsewu menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama dan peningkatan layanan publik keagamaan melalui peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80. Upacara tersebut digelar di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pringsewu, Pekon Fajaragung, Kecamatan Pringsewu, Sabtu (3/1/2025).

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas bertindak sebagai pembina upacara, disaksikan jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Wakil Bupati Umi Laila, serta Plt Kepala Kantor Kemenag Pringsewu Marwansyah bersama pejabat struktural dan fungsional. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam menjawab tantangan sosial ke depan.

banner 336x280

Upacara HAB ke-80 tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga ruang refleksi atas peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat yang semakin beragam dan dinamis. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu turut menyematkan tanda kehormatan Lencana Satya Karya Satya kepada sejumlah ASN Kemenag, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi mereka.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada siswa-siswa berprestasi, serta dilakukan penanaman pohon penghijauan di lingkungan madrasah. Langkah ini menjadi simbol kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda.

Moderasi Beragama dan Tantangan Digital

Dalam amanatnya, Bupati Riyanto Pamungkas menyampaikan pesan Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi persatuan bangsa. Menurutnya, peringatan HAB di tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk memperteguh komitmen seluruh aparatur Kementerian Agama di tengah tantangan yang semakin kompleks.

“Tantangan ke depan tidak hanya bersifat ideologis, tetapi juga dipengaruhi arus digitalisasi yang masif serta dinamika sosial yang bergerak cepat,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa ruang digital dapat menjadi peluang sekaligus ancaman, sehingga diperlukan peran aktif Kemenag dalam menyebarkan narasi keagamaan yang damai dan inklusif.

Bupati juga menegaskan agar seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu terus menjadi garda terdepan dalam menjaga moderasi beragama, sebagai upaya mencegah berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi di masyarakat.

Penguatan Layanan Publik Keagamaan

Selain aspek ideologis, Riyanto Pamungkas menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan publik keagamaan. Transformasi digital, menurutnya, harus terus diperkuat agar masyarakat merasakan kemudahan, transparansi, dan kecepatan dalam mengakses layanan Kementerian Agama.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama semakin erat, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam program-program pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan. Sinergi ini dinilai penting untuk mewujudkan masyarakat Pringsewu yang religius, berakhlak mulia, dan sejahtera.

“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada para guru madrasah, penyuluh agama, penghulu, dan seluruh ASN Kementerian Agama yang telah bekerja di seluruh pelosok pekon. Mereka adalah pilar penting dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial,” pungkasnya.

Peringatan HAB ke-80 ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan peran Kementerian Agama di daerah, sekaligus kontribusi nyata Pringsewu dalam mendukung visi Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.***

banner 336x280