Cara Menulis Opini dengan Gaya Santai tapi Tajam

banner 468x60

MENTARI NEWS- Menulis opini tidak selalu harus memakai bahasa yang kaku dan berat. Kamu tetap bisa menyampaikan gagasan serius dengan gaya santai, asal tetap tajam dan fokus. Gaya santai yang tajam justru sering kali lebih mudah menjangkau pembaca, terutama generasi muda yang akrab dengan media digital.

Lalu, bagaimana caranya menulis opini yang tetap kuat secara argumen tapi terasa ringan dibaca? Berikut tipsnya:

banner 336x280

1. Pahami inti pesan yang ingin disampaikan
Meski ditulis dengan gaya santai, kamu tetap harus tahu betul apa yang ingin kamu sampaikan. Tentukan sikap, opini, atau argumen utamamu sejak awal, lalu bangun tulisan di sekitarnya. Gaya boleh luwes, tapi pesan harus tetap tajam.

2. Gunakan bahasa sehari-hari
Tulislah seolah kamu sedang ngobrol dengan pembaca. Hindari jargon akademik atau istilah teknis yang bikin bingung. Tapi jangan juga terlalu banyak slang yang hanya dimengerti sebagian kecil pembaca.

Contoh:
Daripada menulis “kebijakan ini tidak efektif dalam implementasi struktural”, cukup katakan “kebijakan ini ribet dan nggak jalan di lapangan”.

3. Tambahkan analogi atau humor ringan
Menyisipkan perbandingan yang dekat dengan keseharian bisa membantu pembaca memahami ide rumit dengan lebih mudah. Humor ringan juga bisa jadi penarik perhatian tanpa mengurangi kekuatan argumen.

Contoh:
Pemerintah bilang ini solusi, tapi rasanya kayak obat flu yang dikasih ke orang patah hati. Nggak nyambung.

4. Tetap pakai data atau fakta
Gaya santai bukan alasan untuk asal-asalan. Sertakan data atau fakta yang relevan untuk menguatkan opini. Bedanya, cara penyampaiannya lebih cair, bukan seperti laporan ilmiah.

Contoh:
Menurut BPS, hampir 70 persen masyarakat belum punya literasi digital yang cukup. Jadi wajar kalau hoaks masih gampang nyebar kayak gorengan pas buka puasa.

5. Buat struktur tulisan yang rapi
Meski gaya bahasanya luwes, tetap susun tulisanmu dalam struktur yang jelas: pembuka yang menarik, isi yang mengalir logis, dan penutup yang menguatkan pesan. Jangan sampai gaya santai bikin argumenmu berantakan.

6. Gunakan kalimat aktif dan pendek
Kalimat panjang bikin pembaca lelah. Gaya santai lebih cocok dengan kalimat pendek, to the point, dan aktif.

Contoh:
Alih-alih “Hal tersebut menunjukkan adanya ketidakefisienan dalam pelaksanaan kebijakan”, lebih baik tulis: “Kebijakan itu jalan di tempat.”

Menulis opini dengan gaya santai bukan berarti menyepelekan isi. Justru, dengan gaya yang ringan dan mudah dicerna, kamu bisa menjangkau lebih banyak pembaca dan membuat mereka berpikir. Gaya santai yang tajam adalah senjata efektif untuk menyampaikan opini secara kuat tanpa terkesan menggurui.***

banner 336x280

News Feed