MENTARI NEWS- Agenda diskusi publik dan bedah film Pesta Babi dipastikan tetap berlangsung meski mengalami perpindahan lokasi di tengah dinamika dan polemik yang terjadi menjelang pelaksanaan acara. Kegiatan yang sebelumnya direncanakan digelar di lingkungan Kampus Universitas Malahayati kini dipindahkan ke kawasan Jalan Pramuka, Bandar Lampung.
Panitia menegaskan bahwa perubahan lokasi bukan alasan untuk menghentikan ruang dialog publik yang telah dipersiapkan sejak awal. Sikap tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen penyelenggara untuk terus menghadirkan forum edukasi sosial dan lingkungan secara terbuka.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Yasir Setiawan, menjelaskan bahwa sebelumnya panitia telah menerima informasi dari BEM Universitas Malahayati terkait persetujuan penggunaan lokasi kegiatan oleh pihak rektorat pada 13 Mei 2026 sekitar pukul 15.49 WIB.
Namun sehari kemudian, tepatnya Kamis (14/5/2026) pukul 15.03 WIB, panitia kembali menerima pemberitahuan bahwa lokasi tersebut belum dapat digunakan karena pada waktu yang sama akan berlangsung kegiatan santunan anak yatim di lingkungan kampus.
“Apapun dasar dan alasannya, baik memang seperti yang disampaikan ataupun ada hal lain yang tidak kami ketahui, kami tetap menghormati keputusan tersebut,” ujar Yasir.
Meski demikian, panitia memastikan kegiatan diskusi dan bedah film Pesta Babi tidak dibatalkan. Menurut Yasir, kegiatan tersebut memiliki tujuan penting dalam membangun kesadaran publik terkait persoalan lingkungan hidup, kondisi sosial masyarakat, serta pentingnya budaya diskusi yang sehat dan terbuka di tengah masyarakat.
“Kami ingin masyarakat lintas generasi dan khususnya anak muda semakin sadar bahwa lingkungan hidup dan kondisi sosial di sekitar kita adalah tanggung jawab bersama. Karena itu kegiatan ini tetap harus berjalan,” lanjutnya.
Setelah berpindah lokasi, kegiatan dipastikan akan digelar di Rumah Jus yang berada tidak jauh dari Kampus Universitas Malahayati, tepatnya di kawasan Jalan Pramuka, Bandar Lampung.
Selain memastikan lokasi baru, panitia juga mengumumkan bahwa hingga saat ini telah terkonfirmasi enam pemantik diskusi dari berbagai latar belakang keilmuan, sosial, lingkungan, hingga politik.
Mereka di antaranya Direktur Eksekutif WALHI Lampung Irfan Tri Musri, Ketua AJI Bandar Lampung Dian Wahyu Kusuma, Dosen Teknik Lingkungan Universitas Malahayati Mokhram Ari Arbi, tokoh adat M. Arif Sanjaya, Ketua Umum DPP YLHBR-ABR Indonesia Hermawan, serta Anggota DPRD Provinsi Lampung M. Syukron Muchtar.
Ketua DPW YLHBR-ABR Lampung, Adit Gumilang, juga membenarkan keterlibatan organisasinya dalam agenda tersebut. Ia menilai diskusi dan bedah film Pesta Babi merupakan langkah progresif dalam membangun ruang dialog publik yang kritis dan edukatif.
“Agenda diskusi dan bedah film Pesta Babi ini menjadi langkah progresif dalam membangun ruang dialog yang kritis, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan kesadaran sosial masyarakat. Kami percaya karya film dapat menjadi media edukasi, refleksi, sekaligus penguatan nilai demokrasi dan kebebasan berpikir di tengah kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Acara nantinya akan dipandu oleh moderator Sujarwo Songha, MC asal Lampung yang pernah mengajar di Papua pada 2016–2017. Sementara closing statement akan disampaikan langsung oleh Ketua Pelaksana Muhammad Yasir Setiawan.
Panitia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang edukasi publik yang sehat, damai, terbuka, serta berani membicarakan berbagai persoalan sosial dan lingkungan secara kritis tanpa menimbulkan perpecahan.***













