MENTARI NEWS- Isu penanganan banjir di Kota Bandar Lampung kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataan politikus senior Lampung, Ferdi Gunsan, yang menyoroti janji politik Wali Kota Eva Dwiana sejak Pilkada 2019.
Ferdi menilai, sejumlah komitmen yang pernah disampaikan saat kampanye terkait penanganan banjir belum menunjukkan hasil yang signifikan hingga memasuki periode kedua kepemimpinan.
Dalam kritiknya, Ferdi juga menyinggung pernyataan Wali Kota Eva Dwiana saat meninjau lokasi banjir beberapa waktu lalu, di mana ia mengajak berbagai pihak untuk mencari solusi bersama dalam mengatasi persoalan banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah titik Kota Bandar Lampung.
Menurut Ferdi, pernyataan tersebut menjadi sorotan publik karena dianggap mencerminkan bahwa solusi penanganan banjir masih terus didiskusikan, meskipun program-program teknis sudah pernah disampaikan sejak masa kampanye.
Ferdi turut mengingatkan kembali janji kampanye Pilkada 2019, ketika Eva Dwiana menyampaikan sejumlah rencana penanganan banjir, seperti normalisasi aliran sungai, perbaikan drainase, serta pembangunan talud dan bronjong untuk mengurangi risiko genangan.
Namun demikian, ia menilai bahwa persoalan banjir di Bandar Lampung masih belum sepenuhnya teratasi dan tetap menjadi keluhan masyarakat hingga saat ini.
Selain itu, Ferdi juga menyoroti besaran anggaran penanganan bencana yang disebut berkisar sekitar Rp600 juta dalam situasi darurat banjir. Ia membandingkan hal tersebut dengan alokasi dana hibah pemerintah daerah yang disebut mencapai puluhan miliar rupiah untuk pembangunan fasilitas lembaga penegak hukum di daerah.
Perbandingan tersebut, menurut Ferdi, memunculkan diskusi publik mengenai skala prioritas penggunaan anggaran daerah, khususnya dalam menghadapi persoalan bencana yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Dalam pandangannya, pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan yang lebih komprehensif terkait strategi jangka pendek maupun jangka panjang dalam penanganan banjir, termasuk transparansi pengelolaan anggaran agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hingga kini, isu banjir di Bandar Lampung masih menjadi perhatian berbagai pihak, sementara masyarakat berharap adanya solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mengurangi dampak bencana tersebut di masa mendatang.***













