MENTARI NEWS- Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, bersama Dirbinmas Polda Aceh Kombes Donny Siswoyo, melakukan penyisiran besar-besaran terhadap puluhan mobil yang terbengkalai akibat banjir di sepanjang jalur utama hingga SPBU Tanah Terban. Aksi ini bukan sekadar pengecekan biasa, tetapi juga klarifikasi atas isu panas yang beredar di media sosial mengenai dugaan mayat di dalam kendaraan.
Dalam operasi lapangan yang melibatkan belasan personel tersebut, setiap mobil yang ditinggalkan pemiliknya saat banjir melanda diperiksa satu per satu. Petugas membuka pintu, mengecek bagian kabin, bagasi, hingga sela-sela kendaraan lainnya untuk memastikan tidak ada temuan mencurigakan. Awak media yang hadir turut menyaksikan proses pemeriksaan secara langsung.
AKBP Muliadi dengan tegas membantah isu yang menyebut adanya mayat di dalam mobil. Ia memastikan seluruh mobil telah dicek menyeluruh dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan jasad seperti yang viral di media sosial.
“Setelah kita sisir dan cek sepanjang jalan hingga SPBU Tanah Terban, yang juga disaksikan langsung awak media, tidak ada mayat dalam mobil. Isu bau menyengat yang katanya berasal dari jasad juga tidak benar. Yang tercium hanya bau lumpur banjir,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir besar beberapa hari terakhir memang membuat banyak pemilik meninggalkan kendaraan mereka demi menyelamatkan diri. Kondisi ini memunculkan spekulasi liar yang kemudian berkembang menjadi informasi menyesatkan.
Kapolres Aceh Tamiang menegaskan bahwa penyebaran informasi tanpa verifikasi justru dapat memicu kepanikan baru di tengah situasi bencana yang sudah cukup berat. Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan kabar yang belum terkonfirmasi.
“Kami minta masyarakat bijak menyaring informasi. Setiap laporan dari warga akan langsung kami tindak lanjuti. Jangan sampai informasi hoaks memperkeruh keadaan ketika semua pihak sedang fokus pada proses pemulihan,” katanya.
Muliadi juga memastikan bahwa jajaran Polres Aceh Tamiang terus siaga membantu warga terdampak banjir dan menjaga keamanan di seluruh titik yang berpotensi rawan.
Dengan klarifikasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih tenang dan tidak terpengaruh oleh kabar-kabar yang tidak berdasar.***



















