MENTARI NEWS- Lampung, sebagai salah satu provinsi dengan kekayaan alam, budaya, dan kuliner yang melimpah, mulai menunjukkan keseriusannya dalam merespons tren global industri pariwisata halal. Dengan mayoritas penduduk Muslim dan potensi wisata yang besar, Lampung dinilai punya modal kuat untuk mengembangkan pariwisata halal yang inklusif, ramah, dan berdaya saing tinggi.
Lalu, seberapa siap Lampung dalam mendukung pariwisata halal? Berikut ulasannya:
1. Potensi Besar dari Alam dan Budaya
Lampung memiliki banyak destinasi wisata alam yang cocok dikembangkan secara halal, seperti:
- Pantai-pantai eksotis di Pesisir Barat dan Kalianda.
- Wisata alam di Taman Nasional Way Kambas dan Bukit Barisan Selatan.
- Desa wisata berbasis budaya lokal yang bisa disinergikan dengan nilai-nilai Islam seperti gotong royong, keramahan, dan kuliner halal.
Ditambah lagi, banyaknya pelaku UMKM di sektor makanan yang telah mengantongi sertifikat halal BPJPH menjadi poin plus.
2. Fasilitas Pendukung Sudah Mulai Tersedia
Beberapa fasilitas penunjang pariwisata halal sudah mulai diperhatikan, di antaranya:
- Hotel dan penginapan yang memiliki musala, serta menyediakan makanan halal.
- Restoran yang mematuhi standar halal dan ramah keluarga.
- Masjid dan tempat ibadah di area strategis wisata.
Namun, ke depan masih dibutuhkan standardisasi dan labeling halal yang jelas agar wisatawan Muslim, baik lokal maupun mancanegara, merasa nyaman dan yakin.
3. Dukungan Pemerintah dan Kementerian
Dinas Pariwisata Provinsi Lampung telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta MUI untuk menyusun roadmap dan pengembangan wisata halal.
Lampung juga disebut dalam rencana pengembangan kawasan strategis pariwisata halal nasional, bersama daerah seperti Lombok, Aceh, dan Sumatera Barat.
4. Tantangan: Edukasi dan Standar Layanan
Meski potensinya besar, beberapa tantangan masih perlu dihadapi, antara lain:
- Masih minimnya pemahaman pelaku wisata tentang standar wisata halal.
- Belum meratanya fasilitas seperti toilet ramah muslimah, musala bersih di tempat wisata, dan informasi produk halal.
- Perlunya pelatihan hospitality yang sesuai nilai-nilai halal, seperti pelayanan tanpa alkohol, musik sesuai etika, dan interaksi gender.
5. Strategi Akselerasi Pariwisata Halal di Lampung
Beberapa langkah yang bisa mendorong kesiapan Lampung:
- Sertifikasi halal untuk hotel, restoran, dan produk oleh BPJPH/MUI.
- Pelatihan SDM pariwisata mengenai prinsip-prinsip wisata halal.
- Pemasaran digital yang menargetkan pasar wisatawan Muslim domestik dan mancanegara.
- Mengembangkan desa wisata syariah dan ekowisata berbasis masyarakat dengan pendekatan islami.
Kesiapan Lampung dalam mendukung pariwisata halal memang masih terus bertumbuh. Namun dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat lokal, Lampung berpeluang menjadi destinasi wisata halal unggulan di Sumatera. Bukan hanya menambah kunjungan wisatawan, tapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, serta menjunjung nilai-nilai keislaman yang universal.***



















