Lapas Kelas IIA Kalianda Mantapkan Transformasi Pemasyarakatan: Inovasi Nyata untuk Warga Binaan dan Masyarakat

banner 468x60

MENTARI NEWS– Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, lembaga pemasyarakatan ini terus menunjukkan komitmen kuat dalam mentransformasikan sistem pemasyarakatan menjadi lebih aman, produktif, humanis, dan berintegritas. Melalui implementasi Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Lapas Kalianda berhasil menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar, sekaligus menjaga predikat Zona Integritas yang telah diraih.

1. Perang Total Melawan Narkoba dan Penipuan
Lapas Kalianda menegaskan zero tolerance terhadap narkoba dan praktik penipuan. Langkah nyata dilakukan melalui deteksi dini, razia gabungan bersama TNI–Polri, hingga pengawasan ketat terhadap barang masuk. Hasilnya, lingkungan pembinaan yang bersih, aman, dan berintegritas tinggi berhasil tercipta. Sistem kontrol ini tidak hanya mengamankan warga binaan, tetapi juga memastikan pembinaan berjalan efektif tanpa gangguan dari praktik ilegal.

banner 336x280

2. Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Warga Binaan
Lapas Kalianda mengelola lahan produktif di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) untuk menanam sayuran, budidaya ikan, dan tanaman herbal. Hasil panen tidak hanya memenuhi kebutuhan internal lapas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan masyarakat Kalianda. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembinaan dapat selaras dengan pembangunan ekonomi lokal, sekaligus menumbuhkan kemandirian warga binaan melalui keterampilan bertani dan budidaya.

3. UMKM Kreatif dari Balik Jeruji
Produk unggulan warga binaan, mulai dari madu trigona, kerajinan kayu, tapis Lampung, hingga hasil asimilasi, kini diperkenalkan ke pasar lokal melalui kerja sama dengan pelaku UMKM setempat. Semangat “Dari balik jeruji, lahir karya berdaya” menjadi moto pembinaan produktif di Lapas Kalianda, membuktikan bahwa kreativitas dan kemampuan ekonomi bisa dibangun dari dalam lingkungan pemasyarakatan.

4. Kepedulian Sosial untuk Masyarakat Sekitar
Lapas Kalianda aktif mengadakan program sosial, seperti Jumat Berbagi, bantuan kemanusiaan, dan pembagian paket sembako. Kegiatan ini memperkuat nilai kemanusiaan dan membangun citra positif lapas sebagai lembaga yang tidak hanya membina warga binaan, tetapi juga hadir untuk masyarakat luas. Program sosial ini menjadi bukti bahwa transformasi pemasyarakatan menyasar kesejahteraan sosial secara holistik.

5. Solusi Overcapacity dan Digitalisasi Pembinaan
Dengan sistem hunian yang tertata, penguatan program asimilasi, serta digitalisasi administrasi, Lapas Kalianda berhasil mengelola kapasitas hunian secara efisien. Pendekatan berbasis teknologi memastikan keamanan tetap terjaga, sementara hak dan kualitas pembinaan warga binaan tetap optimal. Implementasi digital ini juga memudahkan monitoring program rehabilitasi dan produktivitas, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, serta meningkatkan transparansi manajemen lapas.

6. Pusat Edukasi dan Pelatihan Berkualitas
Lapas Kalianda memantapkan diri sebagai pusat pendidikan kedua bagi warga binaan. Melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan formal dan pelatihan vokasi, warga binaan dapat menempuh program Kejar Paket C, serta pelatihan keterampilan seperti menjahit, sablon, melukis, dan keterampilan industri kreatif lainnya. Beberapa peserta telah meraih Sertifikat Kompetensi, membuktikan bahwa pembinaan di lapas mampu mencetak tenaga kerja bersertifikat, siap memasuki dunia kerja setelah masa pidana berakhir.

Visi Transformasi Pemasyarakatan
“Kami berkomitmen membina dengan hati, menjaga dengan integritas, dan memulihkan dengan karya. Tujuan kami jelas: agar warga binaan tidak hanya bebas dari pidana, tetapi juga bebas dalam makna kehidupan—siap berdaya, berkontribusi, dan menjadi manusia baru yang bermartabat,” ujar Beni Nurrahman.

Dengan berbagai capaian ini, Lapas Kelas IIA Kalianda menjadi simbol nyata Pemasyarakatan Modern yang selaras dengan visi Kemenimipas: Aman, Humanis, Produktif, dan Berwibawa. Transformasi ini bukan sekadar jargon, tetapi diwujudkan melalui inovasi program yang mengedepankan pemberdayaan warga binaan, penguatan integritas, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Lapas Kalianda membuktikan bahwa pemasyarakatan bisa menjadi wadah pembentukan karakter, keterampilan, dan kontribusi positif bagi masyarakat luas.***

banner 336x280