MENTARI NEWS- Ayam Jantan dan Viking akan bentrok di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts pada 27 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.
Sayang sungguh disayangkan Perancis dan Norwegia tergabung grup I di World Cup 2026 Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat.
Kedua tim yang sangat menggiurkan jika saling sikat setelah fase grup, misal semi final atau partai puncak.
Keduanya memiliki sejumlah pemain terbaik dari liga top Eropa dan beberapa di antaranya tersorot mata penggemar final Liga Champions seperti Dembele dan Odeegard.
Melansir Goal.com, berikut ini para punggawa Norwegia yang main di Liga Inggris, La Liga Spanyol, Serie A dan Bundesliga:
Liga Inggris (Premier League)
Erling Haaland – Manchester City
Martin Ødegaard – Arsenal
Sander Berge – Fulham
Kristoffer Ajer – Brentford
Jørgen Strand Larsen – Crystal Palace
Oscar Bobb – Fulham (pinjaman)
Liga Spanyol (La Liga)
Alexander Sørloth – Atlético Madrid
Ørjan Nyland – Sevilla
Liga Italia (Serie A)
Kristian Thorstvedt – Sassuolo
Morten Thorsby – Cremonese
Leo Østigård – Genoa
Marcus Pedersen – Torino
Torbjørn Heggem – Bologna
Liga Jerman (Bundesliga)
Julian Ryerson – Borussia Dortmund
Antonio Nusa – RB Leipzig
Perancis tentu enggak mungkin kalah jika membandingkan pemain-pemainnya yang mentas di 4 liga top dunia dengan tim debutan Piala Dunia tersebut.
Berdasarkan skuad resmi Prancis untuk Piala Dunia 2026 yang resmi FIFA rilis, berikut pemain yang bermain di empat liga top Eropa tersebut:
Liga Inggris (Premier League)
William Saliba – Arsenal
Lucas Digne – Aston Villa
Malo Gusto – Chelsea
Maxence Lacroix – Crystal Palace
Jean-Philippe Mateta – Crystal Palace
Rayan Cherki – Manchester City
La Liga (Spanyol)
Kylian Mbappe – Real Madrid
Aurelien Tchouameni – Real Madrid
Jules Kounde – Barcelona
Ibrahima Konate – Real Madrid (bergabung dari Liverpool pada Juni 2026)
Serie A (Italia)
Mike Maignan – AC Milan
Adrien Rabiot – AC Milan
Manu Kone – Roma
Marcus Thuram – Inter Milan
Bundesliga (Jerman)
Dayot Upamecano – Bayern Munich
Michael Olise – Bayern Munich
Sayang sungguh disayangkan kedua tim itu justru bentrok di laga terakhir grup dan Perancis maupun Norwegia, prediksinya tidak akan mengedepankan gengsi tingkat dewa karena sama-sama telah meraih 6 poin.
Kecuali bagi Mbappe dan Halland, keduanya sama-sama mengoleksi 4 gol dan duduk di kursi kedua setelah Messi yang menjadi top skor sementara karena mencetak 5 gol.
Apakah pelatih dan masing-masing pemain berani tampil tanpa beban untuk ngotot dan enggan mempertimbangkan laga keras yang lebih bergengsi di babak 32 besar?
Mungkin saja, mereka akan kembali bertemu di semi final untuk menampilkan seluruh teknik dan performa terbaiknya seperti Barcelona dan Intermilan tahun 2010.
Kala itu mereka tergabung dalam satu grup tapi kembali saling jegal di semi final Liga Champions Eropa.***














