MENTARI NEWS- Pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan terhadap gorong-gorong yang ambrol di Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.
Kerusakan gorong-gorong tersebut sebelumnya menyebabkan aliran air tersumbat hingga meluap dan mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak banjir setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu lalu.
Camat Wonosobo, Edy Fahrurrozi, mengatakan pihak kecamatan langsung mengambil langkah koordinasi setelah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak agar dampak terhadap masyarakat dan pengguna jalan dapat segera diminimalisir.
“Kami langsung menghubungi pihak kepolisian dan Kasi Trantib untuk membantu pengaturan lalu lintas di lokasi. Bersamaan dengan itu, kami juga berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung agar segera dilakukan penanganan,” ujar Edy, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Edy, koordinasi yang dilakukan mendapat respons cepat dari BPJN Provinsi Lampung. Tim teknis langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan kondisi gorong-gorong yang mengalami kerusakan.
Pengecekan dilakukan pada Minggu (2/8/2026), kemudian proses perbaikan mulai dikerjakan pada Senin (3/8/2026).
“Alhamdulillah, hari Minggu tim sudah turun mengecek lokasi dan hari ini perbaikan langsung dikerjakan. Saat ini kami bersama BPBD terus berada di lapangan untuk memantau proses penanganan,” katanya.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan gorong-gorong di Jalinbar Negeri Ngarip mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat aliran air tidak berjalan normal hingga akhirnya meluap ke area permukiman warga.
Selain berdampak pada sejumlah rumah warga, kerusakan gorong-gorong juga sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama tersebut karena sebagian badan jalan mengalami penyempitan.
Pemerintah daerah berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga kondisi jalan kembali aman dan aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas kendaraan di Jalur Lintas Barat, dapat berjalan normal seperti sebelumnya.
Langkah cepat penanganan tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah kecamatan, BPJN, BPBD, serta pihak terkait dalam merespons persoalan infrastruktur yang berdampak langsung kepada masyarakat.***














