Pernyataan Lalu Mara dan Erick Thohir Warnai Era Pasca Shin

MENTARI NEWS- Pernyataan Lalu Mara Satriawangsa dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengenai Shin Tae-yong kembali memantik diskusi publik sepak bola nasional. Ungkapan keduanya muncul di tengah fase transisi Timnas Indonesia setelah PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Korea Selatan tersebut dan menunjuk pelatih baru untuk melanjutkan program jangka panjang skuad Garuda.

Lalu Mara Satriawangsa, pemimpin redaksi salah satu televisi nasional swasta yang kerap menjadi pengamat sepak bola, menyampaikan pandangannya dalam talkshow YouTube TV One bertajuk “Kado di Momen Natal, John Herdman Berjodoh Latih Timnas Garuda?” yang tayang menjelang Natal 25 Desember 2025. Dalam tayangan itu, Lalu Mara menyebut Shin Tae-yong sebagai bagian dari masa lalu Timnas Indonesia dan menilai pergantian pelatih merupakan hal wajar dalam dunia sepak bola profesional.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Erick Thohir yang sebelumnya meminta publik untuk “move on” dari Shin Tae-yong. Erick menegaskan bahwa PSSI kini fokus mendukung pelatih baru dan berharap masyarakat sepak bola Indonesia memberi ruang serta kepercayaan penuh pada proses yang sedang berjalan. Menurutnya, perubahan adalah bagian dari dinamika organisasi dan dibutuhkan demi mencapai target yang lebih besar.

Meski demikian, reaksi publik tidak sepenuhnya datar. Shin Tae-yong meninggalkan jejak prestasi yang kuat selama hampir lima tahun menangani Timnas Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mencatat pencapaian signifikan, seperti runner-up fase grup Piala Asia U-20, semifinal Piala Asia U-23 2024 di Qatar, lolos fase grup Piala Asia senior, hingga melangkah ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Di level ASEAN, Timnas juga kembali kompetitif dan mampu bersaing dengan kekuatan regional.

Pemutusan kontrak Shin Tae-yong terjadi saat Timnas Indonesia masih memiliki peluang realistis untuk melaju langsung ke Piala Dunia 2026. Kondisi itu membuat sebagian publik menilai kepergiannya menyisakan “ruang kosong” secara emosional maupun taktis. Hasil Timnas setelah pergantian pelatih yang belum stabil semakin memperkuat perasaan tersebut di kalangan suporter.

“Pergantian pelatih kan hal yang biasa. Jadi soal STY sudah masa lalu,” ujar Lalu Mara dalam tayangan tersebut.

Kini, tantangan terbesar PSSI dan jajaran pelatih baru adalah membuktikan bahwa era pasca Shin Tae-yong mampu menghadirkan prestasi yang setara atau bahkan lebih baik. Publik sepak bola Indonesia menunggu bukan sekadar ajakan move on, tetapi bukti nyata bahwa Timnas Garuda tetap melangkah maju dengan identitas, mentalitas, dan daya saing yang kuat di level Asia.***