MENTARI NEWS- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan peternakan ayam petelur. Program ini menjadi salah satu upaya membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang peternakan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, dan kerja sama.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan belajar mengenai tata cara pemeliharaan ayam, pemberian pakan, perawatan kandang, pemantauan kesehatan ternak, hingga pengelolaan hasil produksi telur.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman kerja nyata yang dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri. Pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan juga diharapkan menjadi modal untuk merintis usaha peternakan secara mandiri maupun mengembangkan peluang usaha lainnya setelah selesai menjalani masa pidana.
Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan. Pembinaan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
“Pembinaan melalui peternakan ayam petelur ini merupakan salah satu upaya kami untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai manfaat dan peluang ekonomi. Kami ingin agar warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan ilmu, pengalaman, dan kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas nanti,” ujar Badarudin, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membentuk pola pikir produktif sekaligus menumbuhkan semangat warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Keterlibatan dalam kegiatan peternakan juga melatih warga binaan memahami pentingnya konsistensi, pengelolaan pekerjaan, serta tanggung jawab dalam menjalankan suatu usaha.
Berpotensi Menjadi Sarana Pembelajaran Kewirausahaan
Pengembangan peternakan ayam petelur juga berpotensi mendukung kegiatan produktif di lingkungan lapas. Apabila dikelola secara berkelanjutan dan profesional, kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan, mulai dari proses produksi, pemeliharaan ternak, pengelolaan hasil, hingga perencanaan usaha.
Lapas Kalianda berkomitmen untuk terus mendorong pelaksanaan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Program pembinaan kemandirian tersebut diharapkan mendukung proses reintegrasi sosial, sehingga warga binaan memiliki keterampilan, sikap positif, dan kesiapan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Melalui peternakan ayam petelur, Lapas Kalianda menegaskan bahwa pembinaan merupakan bagian penting dalam membangun manusia yang lebih mandiri, produktif, dan bertanggung jawab, sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.***















