MENTARI NEWS- Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dari Fraksi Partai Golkar, Lusi Ariyanti, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga layanan kesehatan melalui BPJS. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan reses yang digelar di Pekon Waringinsari Timur, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan reses yang berlangsung secara dialogis ini dihadiri sekitar seratusan warga, serta turut dihadiri unsur Uspika, Bhabinkamtibmas, dan aparatur pekon setempat. Dalam suasana terbuka, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan yang selama ini dirasakan, terutama terkait kondisi jalan yang rusak, minimnya penerangan jalan, hingga persoalan BPJS yang tidak aktif.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kondisi jalan di wilayah mereka masih jauh dari kata layak. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, kerusakan jalan juga dinilai berpotensi membahayakan pengguna, terutama saat musim hujan. Tak hanya itu, minimnya lampu penerangan jalan juga menjadi keluhan utama, karena kondisi gelap di malam hari dinilai rawan terhadap kecelakaan maupun tindak kriminalitas.
Selain infrastruktur, persoalan BPJS juga menjadi perhatian warga. Beberapa masyarakat mengaku mengalami kendala karena status kepesertaan yang tidak aktif, sehingga menyulitkan mereka dalam mengakses layanan kesehatan. Tak ketinggalan, ada pula aspirasi sederhana seperti kebutuhan fasilitas ibadah, termasuk pengadaan jam dinding untuk masjid dan musala.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Lusi Ariyanti menyampaikan bahwa keluhan masyarakat yang muncul dalam setiap reses memang cenderung serupa dari tahun ke tahun, terutama terkait infrastruktur dasar dan layanan kesehatan.
“Semua usulan dan aspirasi warga akan kami perjuangkan ke pihak eksekutif melalui satuan kerja terkait. Kami berharap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Lusi juga mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan hak-haknya. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan proses dan sinergi antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif.
Ia menjelaskan bahwa setiap usulan yang disampaikan masyarakat akan melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Dimulai dari penjaringan aspirasi melalui reses, kemudian dibahas di tingkat DPRD, hingga akhirnya diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah.
“Memang anggaran pemerintah terbatas, terutama untuk pembangunan fisik. Namun bukan berarti kita berhenti berjuang. Justru di sinilah peran kami sebagai wakil rakyat untuk terus mendorong agar kebutuhan masyarakat bisa masuk dalam prioritas pembangunan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lusi menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal setiap aspirasi yang telah disampaikan, agar tidak hanya berhenti pada tahap usulan, tetapi benar-benar terealisasi di lapangan. Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terus menyampaikan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi.
Kegiatan reses ini menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan anggota dewan dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dengan turun ke lapangan, diharapkan kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Di sisi lain, warga berharap hasil reses tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata. Mereka menilai kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat harus mampu membawa perubahan, terutama dalam hal perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik.
Dengan adanya komitmen dari Lusi Ariyanti, masyarakat Waringinsari Timur dan sekitarnya berharap berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi dapat segera menemukan solusi, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara bertahap.***

















